Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tukul Arwana

Tukul Arwana Menangis Ingin Kembali Tampil di TV, Manajer Haruskan Istirahat 6 Bulan Setelah Sembuh

Tukul Arwana diketahui sempat dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Otak Nasinal (RS PON), Cawang, Jakarta Timur.

Instagram
Tukul Arwana sebelum sakit 

Rehabilitasi pasca pendarahan otak

Untuk memaksimalkan proses penyembuhan, menurut dr. Subrady, pasien pendarahan otak yang telah selesai dirawat di rumah sakit harus tetap melakukan rehabilitasi.

Rehabilitasi  dilakukan untuk pemulihan kemampuan mengunyah, menelan, berjalan, berbicara, dan berbagai tahapan rehabilitasi lainnya.

“Bahkan, agar seseorang dapat kembali bekerja, pasien sebaiknya berkonsultasi dengan dokter okupasi untuk mengetahui tahapan pemulihan yang tepat, agar dapat kembali bekerja,” jelasnya.

Dr. Subrady mengingatkan, pendarahan otak dapat terjadi karena adanya faktor risiko penyakit seperti darah tinggi, obesitas, kolesterol, diabetes melitus, asam urat, dan stroke yang tidak dikontrol secara rutin.

Sebelum terlambat, setiap orang sebenarnya dapat melakukan screening awal potensi penyumbatan dan pecahnya pembuluh darah yang menyebabkan pendarahan otak, yaitu dengan mengecek tekanan darah melalui alat pengukur tekanan darah sesaat setelah bangun tidur dan sebelum melakukan aktivitas.

“Bangun tidur sebelum beraktivitas adalah waktu yang paling tepat untuk menunjukkan tekanan darah dibandingkan setelah beraktivitas,” pungkasnya. (*)

Artikel terkait Tukul Arwana

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Tukul Arwana Sedih, Sampai Menangis Kangen Tampil di TV
Penulis: Mohammad Alivio Mubarak Junior/Anita K Wardhani

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved