Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tukul Arwana

Tukul Arwana Menangis Ingin Kembali Tampil di TV, Manajer Haruskan Istirahat 6 Bulan Setelah Sembuh

Tukul Arwana diketahui sempat dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Otak Nasinal (RS PON), Cawang, Jakarta Timur.

Instagram
Tukul Arwana sebelum sakit 

Setelah operasi, dokter mengatakan terdapat pendarahan otak dan kemungkinan karena hipertensi.

Kini, kondisi Tukul Arwana kian membaik, dan pada 16 Oktober Tukul sudah kembali ke rumahnya.

Dengan catatan, Tukul harus rutin untuk cek up atau menjalani sejumlah terapi.

Proses Penyembuhan Pendarahan Otak

Kondisi kesehatan komedian Tukul Arwana pasca mengalami pendarahan otak berangsur pulih. Tukul bahkan sudah diperbolehkan pulang dari Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (PON), setelah menjalani perawatan sejak 22 september 2021.

Seperti telah diberitakan Kompas.com sebelumnya, dokter RS PON mengatakan, pendarahan otak yang dialami Tukul kemungkinan disebabkan karena hipertensi yang tidak terkontrol.

Asisten Tukul Rizki Kimon mengatakan, meski sudah diperbolehkan pulang ke rumah, Tukul masih belum begitu lancar berkomunikasi. Ia masih menggunakan bahasa isyarat sebagai pengganti lisannya.

Selain itu, Tukul juga masih sering merasa tubuhnya lemas dan kaku.

Terkait pendarahan otak, dr. Subrady Leo Soetjipto Soepodo, Sp.BS, Dokter Spesialis Bedah Saraf Primaya Hospital Pasar Kemis mengatakan, waktu atau durasi kesembuhan seseorang pasca pendarahan otak bervariasi, tergantung dari jumlah jaringan otak yang dapat diselamatkan.

Untuk menyelamatkan nyawa seseorang yang mengalami pendarahan otak, dokter harus mengontrol kembali tekanan darah dan menyelamatkan organ yang ada di dalam tubuh pasien.

“Kami harus memastikan pendarahan yang terjadi pada pasien dapat berhenti atau membeku, agar tidak terjadi pendarahan besar,” ujar dr. Subrady.

Lebih lanjut ia mengatakan, proses penyembuhan pendarahan otak bersifat bertahap dan tahapan penyembuhan antar pasien biasanya berbeda-beda, tergantung dari organ tubuh yang mengalami gagal fungsi dan kondisi pasien.

Hal tersebut sama seperti proses terjadinya pendarahan otak yang tidak terjadi secara tiba-tiba, kecuali pada seseorang yang mengalami kecelakaan.

Proses terjadinya pendarahan otak juga bervariasi. Ada yang hitungan hari, bulan, atau tahun. Ini tergantung gejala yang dirasakan dan apakah orang tersebut mengabaikannya atau tidak.

“Semakin cepat seseorang mengenali gejala, maka pendarahan pada otak akan semakin mudah diminimalisir.”

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved