Kasus Penganiayaan
Seorang Nenek Dianiaya karena Pertahankan Tanahnya, Namun Sudah Sebulan Polisi Belum Tangkap Pelaku
Terkait kasus penganiayaan yang korbanya adalah seorang nenek, sampai saat ini pelaku yang menganiaya nenek belum ditemukan.
Terjadi upaya perlawanan baik secara verbal maupun non verbal terhadap nenek Yurina dan Sylsiani.
Sylsiani Mursalim berhasil merekam aksi kekerasan itu termasuk wajah para pelaku dalam bentuk video.
"Jadi dia (pria berbaju biru) banting saya punya mama, injak dadanya mamaku, ada videonya, tapi tidak jelas saat dibanting," bebernya.
Meski tak terekam jelas lewat video, kekerasan yang dialami ibunya itu disaksikan langsung sejumlah warga termasuk dirinya.
Usai kejadian, nenek Yurina melapor ke Polres Kendari dan melakukan visum et repertum di Rumah Sakit Bhayangkara ditemani anaknya pada pagi hari.
Menurut Sylsiani Mursalim, ibunya mengalami memar di dada akibat injakan kaki orang tak dikenal tersebut.
Laporan polisi itu tertuang dalam surat nomor: LP/400/IX/2021/Sultra/Res Kendari tertanggal 12 September 2021.
Sudah lebih satu bulan kasus tersebut dilaporkan, Sylsiani Mursalim mengeluhkan lambannya proses penanganan perkara dan belum naik ke tahap penyidikan.
"Sampai hari ini pelaku belum ditangkap, belum naik ke penyidikan. SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan) 13 Oktober lalu," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat ( Kasi Humas) Polres Kendari IPTU Abdul Maing saat dihubungi tidak menjawab pesan Whatsapp jurnalis TribunnewsSultra.com, Senin (25/10/2021)
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada jawaban resmi dari Polres Kendari. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sebulan Berlalu, Kasus Nenek 72 Tahun Disiksa dan Ditodong Badik di Kendari Belum Terungkap