Breaking News:

Nasional

Media Asing Soroti Pembantaian Tragedi Kemanusiaan 1965-1966 G30S PKI, Ada Propaganda Hitam Inggris

Media Asing menyoroti keterlibatan Inggris dalam pembantaian 1965-1966 yang berawal dari peristiwa G3OS PKI, setelah muncul laporan dari Observer.

Editor: Frandi Piring
Foto via kumpulankisahdansejarah.blogspot.com
Media Asing soroti Keterlibatan Inggris dalam tragedi G30S PKI 1965 - Foto Letkol Untung Dieksekusi Mati karena Pimpin G30S PKI. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Beberapa Media Asing menyoroti keterlibatan Inggris dalam pembantaian 1965-1966 yang berawal dari peristiwa G3OS PKI, setelah muncul laporan dari Observer.

Telah terjadi sebuah tragedi kemanusian, pembantaian besar-besaran di Indonesia yang berlangsung pada 1965-1966, setelah kegagalan kudeta yang dikenal dengan nama Gerakan 30 September ( G30S PKI ).

Para petinggi PKI diburu, ditangkap, dan dibunuh. Petinggi PKI, yaitu Lukman Njoto atau Nyoto ditembak pada 6 November, Ketua PKI Dipa Nusantara Aidit pada 22 November, dan disusul Wakil Ketua PKI MH Lukman.

Tapi sepertinya target pembunuhan meluas, tidak hanya PKI saja. Suatu komando keamanan angkatan bersenjata memperkirakan sedikitnya 500.000 jiwa tewas dibantai, mengutip The Guardian.

1. Media Inggris, The Guardian

Media yang berdiri sejak 1821 ini mengungkapkan bahwa Inggris berperan dalam menghasut pembantaian 1965-1966 oleh tentara Indonesia, milisi dan warga.

The Guardian menyebutkan laporan rahasia CIA bahwa peristiwa pembantaian 1965-1966 sebagai “salah satu pembunuhan massal terburuk abad ke-20”.

Dokumen yang dideklasifikasi tentang bagaimana propaganda Perang Dingin Kementerian Luar Negeri, Departemen Riset Informasi (IRD) Inggris, mengambil keuntungan dari kudeta yang gagal oleh oleh seorang perwira penjaga istana sayap kiri pada 30 September 1965.

Saat itu, PKI dan etnis Tionghoa disalahkan atas kudeta tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved