Rapor Merah Anies
Dapat Rapor Merah Selama Pimpin DKI Jakarta, Begini Respon Gubernur Anies Baswedan
Dapat rapor merah selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, diketahui hal tersebut disampaikan Lembaga Bantuan Hukum Jakarta.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Dapat rapor merah selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Diketahui hal tersebut disampaikan Lembaga Bantuan Hukum Jakarta.
Terkait hal tersebut dari Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta memberi tanggapannya.
Baca juga: Ivanka Slank Rindu Manggung Langsung, Setelah 2 Tahun Puasa Konser
Baca juga: Kecelakaan Maut Pukul 18.00 Wita, Anggota Satpol PP Tewas Ditabrak Sopir Mabuk, Pikap Tabrak Motor
Baca juga: Nasib Ratu Kecantikan, 2 Kali Cerai Karena KDRT, Suami Ketiga Pecandu Narkoba, Kabarnya Tak Terduga
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan buka suara soal rapor merah terhadap kinerjanya selama empat tahun memimpin ibu kota.
Rapor itu disampaikan oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta.
Ia pun mengaku belum membaca rapor merah yang diberikan LBH Jakarta pada Senin (18/10/2021) kemarin itu.
"Kami akan baca laporannya, karena saya belum baca laporannya," ucap Anies saat ditemui di DPRD DKI Jakarta, Selasa (19/10/2021).
Anies Tidak Sewot Dapat Rapor Merah
Orang nomor satu di DKI Jakarta itu tidak lantas sewot menerima kritik keras bertajuk rapor merah itu.
Anies bilang, laporan dari LBH itu nantinya bakal dijadikan bahan evaluasi dirinya untuk memastikan kebutuhan warga Jakarta bisa terpenuhi dengan baik.
"Ini menjadi bahan yang sangat bermanfaat bagi kami untuk terus menerus melakukan perbaikan, untuk terus melakukan koreksi," ujarnya.
"Sehingga kami bisa memastikan kota ini bisa maju dan warganya bahagia," sambungnya.
Anies juga mengapresiasi LBH Jakarta yang sudah memberikan energi, perhatian, dan waktu untuk mengevaluasi kinerjanya selama menjabat Gubernur DKI sejak 2017 lalu.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini pun berharap, perhatian yang sama juga diberikan kepada seluruh pemerintah daerah di Indonesia.
"Sehingga perhatian dari anak-anak muda yang peduli pada kotanya, tidak hanya dirasakan di Jakarta, tapi di seluruh Indonesia," tuturnya.