Gejolak di Partai Demokrat

Demokrat Kubu AHY Dituntut Minta Maaf karena Menebar Fitnah, Tuding Moeldoko Pernah Bagi-bagi Uang

Seperti yang diketahui Gejolak di Partai Demokrat masih terus berlangsung, kini dari Demokrat kubu KLB meminta kubu AHY untuk minta maaf.

Editor: Glendi Manengal
tribunnews.com
Partai Demokrat Kubu AHY 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seperti yang diketahui Gejolak di Partai Demokrat masih terus berlangsung.

Kini dari Demokrat kubu KLB meminta kubu AHY untuk minta maaf.

Hal tersebut dikarenakan kabarnya Kubu AHY terlah menebar fitnah.

Baca juga: Sosok Dodi Reza Alex Noerdin, Anak Kandung Mantan Gubernur Sulsel Ditangkap KPK, eks Anggota DPR

Baca juga: Prediksi Pertandingan Watford vs Liverpool Malam Ini, Laga Liga Inggris Pekan ke-8

Baca juga: Ingat Atiqah Hasiholan? Anak Ratna Sarumpaet Awet Muda Usia 39 Tahun, Pernah Cuek Rawat Wajah

Juru bicara Partai Demokrat kubu KLB Deli Serdang atau kubu Moeldoko, Muhammad Rahmad membantah bahwa Moeldoko pernah membagi-bagi uang dan ponsel sebelum pelaksanaan kongres luar biasa (KLB) di Sibolangit, Deli Serdang. 

Menurut Rahmad, kubu AHY telah menebarkan fitnah dan berita bohong terkait Moeldoko. 

"Terkait pemberitaan tersebut, perlu kami tegaskan bahwa Pak Moeldoko tidak pernah membagi-bagi uang dan ponsel sebelum KLB Deli Serdang dan tidak ada satu fakta pun yang menunjukkan Pak Moeldoko membagi bagikan uang dan ponsel sebagaimana yang dituduhkan. Itu adalah karangan bebas, skenario sesat, yang dengan sengaja membuat fitnah dan berita bohong," ujar Rahmad, ketika dihubungi Tribunnews.com, Sabtu (16/10/2021).

Rahmad menjelaskan KLB Partai Demokrat di Deli Serdang diselenggarakan oleh DPC, DPD dan kader-kader Partai Demokrat.

Moeldoko sendiri, kata dia, bukan penyelenggara, dan bukan pula donatur KLB Deli Serdang. Yang bersangkutan hanya diminta oleh peserta KLB untuk jadi Ketua Umum Partai Demokrat

"Oleh sebab itu, kubu AHY telah memfitnah, telah menebarkan berita bohong dan telah mencemarkan nama baik seseorang yang bisa bermuara ke tindak pidana pencemaran nama baik," ungkapnya. 

Lebih lanjut, Rahmad menuntut kubu AHY untuk segera memberikan klarifikasi atas pernyataan terkait Moeldoko.

Mereka juga menuntut permintaan maaf dari kubu AHY

"Kami minta kubu AHY untuk segera mengklarifikasi pernyataan tersebut dan meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Indonesia, untuk tidak lagi menebarkan fitnah dan berita bohong," kata Rahmad. 

"Kami sangat menghargai perbedaan pendapat, menghormati proses demokrasi dan hukum, tetapi tidak boleh menebar fitnah, menebar berita bohong atau menyerang pribadi. Itu adalah perbuatan tidak terpuji, tidak terdidik, dan itu adalah langkah mundur dalam berdemokrasi," tandasnya. 

Diketahui sebelumnya, Kuasa hukum Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Mehbob mengatakan, KSP Moeldoko turut andil dalam pemberian uang saat Kongres Luar Biasa (KLB) di Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Maret lalu.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved