Profil Tokoh
Pingkan Mandagi si Ratu Terjun Payung Indonesia, Legenda Hidup Peraih 11 Emas untuk Sulut di 8 PON
Jam terbang serta puluhan gelar di berbagai kejuaraan domestik maupun international yang diraih menjadi bukti, Pingkan Natalia Mandagi layak legenda.
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Pingkan Natalia Mandagi layak dinobatkan sebagai legenda hidup terjun payung Indonesia.
Jam terbang serta puluhan gelar di berbagai kejuaraan domestik maupun international yang diraih menjadi bukti, Pingkan Natalia Mandagi punya semua kapasitas untuk disebut Sang Legenda.
Atlet kelahiran Bandung 15 Desember 1974 ini sudah berpartisipasi di PON sejak PON XIII di Jakarta 1993.
Predikat Ratu Terjun Payung Indonesia layak disematkan kepada ibu dua anak ini.
Sejak 1993 hingga PON XX Papua 2021 yang tengah berjalan, 8 kali sudah Pingkan berpartisipasi.

Apa yang membanggakan, semuanya membawa panji Bumi Nyiur Melambai. Tak sedikit godaan datang dari daerah lain. Semuanya tak digubrisnya.
Pingkan lahir dari klan atlet terjun payung Indonesia. Ayahnya Theo Mandagi, satu di antara atlet terjun payung Indonesia paling dikenal, Mandagi bersaudara.
Bersama kakanya, mendiang Petra Mandagi, Pingkan jadi ikon terjun payung Sulut selang tiga dekade terakhir.

14 medali disumbangkannya untuk Sulut dalam 8 keikutsertaannya di PON untuk Sulut. Rinciannya, 11 emas, dua perak dan satu perunggu.
Pada PON XX Papua, perjuangan Pingkan luar biasa. Bersaing dengan atlet-atlet lebih muda, ia masih bisa menyumbang medali.
Pingkan mempersembahkan medali perak nomor ketepatan mendarat perorangan.
"Mohon maaf belum bisa menyumbang kan emas. Sudah berupaya maksimal tapi hanya medali perak," ujar lulusan Desain Interior Itenas Bandung iniini kepada tribunmanado.co.id, Kamis (13/10/2021).

Meskipun hanya perak, Pingkan begitu bangga. Tradisi medali terjun payung Sulut di PON telah kembali. Tradisi sempat putus di PON XIX Jabar 2016 lalu.
Pingkan seolah tak pernah tua. Di usia menjelang setengah abad, semangatnya tak pernah padam.
Ia tak janji bahwa PON Papua jadi yang terakhir.