Jumat, 10 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Doa Bacaan

Doa Ketika Hati Kita Hancur dan Berduka, Cobalah Baca Doa Berikut ini, Insya Allah Diberi Keikhlasan

Surat ini diturunkan ketika Nabi Muhammad mendapat perlakuan sangat buruk dari masyarakat, dengan hinaan, celaan, caci maki

Editor: Indry Panigoro
HOSTELHUNTING via TribunJogja
ilustrasi berdoa 

TRIBUNMANADO.CO.ID - “Tidaklah seorang muslim tertimpa kecelakaan, kemiskinan, kegundahan, kesedihan, kesakitan maupun keduka-citaan bahkan tertusuk duri sekalipun, niscaya Allah akan menghapus dosa-dosanya dengan apa yang menimpanya itu.” (HR. Bukhari)

Ya apa yang menimpa kita tentu akan membuat kita sedih.

Nah sebenarnya sedih itu adalah hal yang manusiawi.

Asal kita tidak berlebihan.

Untuk menghindari agar tidak sedih berlebihan sebaiknya kita baca doa ini.

Surat Ad-dhuha dan Al-Insyirah diturunkan berurutan di saat Nabi Muhammad mengalami amat kesusahan hati.

Surat ini diturunkan ketika Nabi Muhammad mendapat perlakuan sangat buruk dari masyarakat, dengan hinaan, celaan, caci maki, bahkan dilempari dengan batu.

Dua surat ini diturunkan Allah agar menenangkan hati kekasihNya, Nabi Muhammad. Sehingga dipakai untuk kelapangan urusan dan kelapangan hati.

Surat Ad-Dhuha dan Al-Insyirah dalam Kisah Nabi buat terharu karena keikhlasan beliau.

Surah Ad-Dhuha merupakan surah yang ke-93 dalam Al-qur'an. Surah ini tergolong ke dalam Makiyyah karena diturunkan di Mekkah.

Surah ini disebut dengan Ad-Dhuha yang berarti waktu Dhuha. Di mana waktu Dhuha ini adalah saat ketika matahari naik sepenggalah.

Nama ad Dhuha diambil dari ayat pertama yang berisi tentang sumpah Allah dengan waktu Dhuha. 

Sedangkan, Surat Al-Insyirah merupakan surat ke-94 dalam Al-quran yang berarti Kelapangan. Surat ini terdiri dari 8 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyah.

 
Mengutip ceramah Ustadz Adi Hidayat di channel Youtube Kanal Masjid dengan judul "Kisah Awal Muasal Turunnya Surah Ad Dhuha dan Al Insyirah - Ustadz Adi Hidayat" diceritakan, bahwa sempat terjadi jeda waktu yang lama tidak lagi turun Surat kepada Nabi Muhammad.

Masa-masa ini membuat Nabi merasa bertanya-tanya, bahkan dituduh sudah gila oleh orang kafir (yang tertutup).

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved