Minggu, 19 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Doa Bacaan

Doa Ketika Hati Kita Hancur dan Berduka, Cobalah Baca Doa Berikut ini, Insya Allah Diberi Keikhlasan

Surat ini diturunkan ketika Nabi Muhammad mendapat perlakuan sangat buruk dari masyarakat, dengan hinaan, celaan, caci maki

Editor: Indry Panigoro
HOSTELHUNTING via TribunJogja
ilustrasi berdoa 

"Enam bulan tidak ada turun Surat, orang kafir pun memprovokasi bawhwa Muhammad sudah ditinggalkan Tuhannya. Nabi bolak balik naik turun bukit sampai ada tuduhan sudah gila.

Nah, setelah itu lah turun dua surat berurutan, turun satu (Ad-Dhuha), disusul satu lainnya (Al-Insyirah)" kata UAH.

"Dhuha itu saat matahari mulai naik sepenggala, dan memancarkan sinar yang menyejukan. Kalau kita terima  sinarnya enak, tenang, karena matahari posisi paling indah. Seakan-akan Allah ingin bicara kepada Nabi, bahwa Allah tidak pernah meninggalkannya" katanya untuk menggambarkan sumpah Allah ketika berbicara pada Nabi lewat Surat Ad-Dhuha.

Saat kejadian ini, Nabi SAW mulai berupaya menyebarkan dakwah ditemani Zaid bin Haritsah pergi ke Thaif. Kota itu terletak sekitar 80 kilometer arah selatan Mak kah. Namun, di jalan penduduk Thaif sudah bersiap-siap menyerang beliau, segerombolan orang bahkan melempari Nabi dengan batu dan tanah, bahkan kotoran.

Rasulullah SAW pun terluka cukup parah. Oleh Malaikat Jibril yang menyaksikan pemandangan memilukan ini pun menyerukan agar Nabi berdoa dan mengangkat tangan mohon pada Allah, dan berjanji mengangkat bumi Thaif untuk menghimpit warga Thaif.

Namun, Nabi tidak juga memakai doanya untuk membalas. Kemudian, Nabi SAW memanjatkan doa. Allahuma Ya Allah. Kepada-Mu aku mengadukan kelemahanku, kekurangan daya upayaku di hadapan manusia.

Wahai Tuhan Yang Maha Penya yang, Engkaulah Tuhan orang-orang yang lemah dan Tuhan pelindungku.

Kepada siapa hendak Engkau serahkan nasibku? Kepada orang jauhkah yang berwajah muram kepadaku? Atau kepada musuh yang akan menguasai diriku? Asalkan Engkau tidak murka kepadaku, aku tidak peduli.

Sebab, sungguh luas kenikmatan yang Engkau limpahkan kepadaku. Aku berlindung kepada cahaya wajah-Mu yang menyinari kegelapan, dan karena itu yang membawa kebaikan di dunia dan akhirat, (aku berlindung) dari kemurkaan-Mu. Kepada Engkaulah aku adukan halku sehingga Engkau ridha kepadaku. Dan, tiada daya dan upaya melainkan dengan kehendak-Mu.

Nabi SAW dengan lembut berkata kepada mereka, walaupun mereka menolak ajaran Islam, aku berharap dengan kehendak Allah, keturunan mereka pada suatu saat akan menyembah Allah dan beribadah kepada-Nya.

Tak hanya itu, Nabi SAW kemudian mengangkat tangannya seraya berdoa, Ya Allah, berikanlah petunjuk kepada kaumku. Sesungguhnya mereka tidak mengetahui.

Tidak ada dendam terbersit sedikit pun dalam hati Rasulullah SAW. Hingga saat ini doa Nabi terkabu. Sebagian besar warga Thaif menjadi pemeluk Islam yang taat.

"Setelah Ad-Dhuha ini lah turun Alam Nasroh, kelapangan," kata UAH.

Ilustrasi Sholat Dhuha
Ilustrasi Sholat Dhuha (Freepik.com via Tribunstyle.com)

Berikut bacaan Surat Ad-Dhuha 1-11

1. وَالضُّحٰىۙ

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved