Breaking News:

Berita Internasional

Saling Gelar Uji Rudal Balistik, Korut Tuding Ketidakstabilan di Semenanjung Akibat AS dan Korsel

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengatakan pengembangan senjata negaranya diperlukan dalam menghadapi kebijakan bermusuhan dari Amerika Serikat

AFP
Korea Utara di Ambang Kehancuran, Kebobrokan dan Nasib Rakyat Terungkap, Kim Jong Un Eksekusi Pati. 

Yang Uk, seorang ahli dalam studi strategis militer di Universitas Hannam di Seoul, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pesan Kim tentang dugaan permusuhan AS tidak berarti apa-apa jika tidak konstan.

Kim membuat pernyataan itu saat berdiri di depan sejumlah persenjataan, termasuk rudal balistik antarbenua (ICBM) Hwasong-16, yang foto-fotonya ditayangkan di surat kabar partai berkuasa Rodong Sinmun.

Hwasong-16 adalah ICBM terbesar Korea Utara dan diresmikan pada parade militer pada Oktober 2020, tetapi belum diuji coba.

“Kami tidak membahas perang dengan siapa pun, melainkan untuk mencegah perang itu sendiri dan secara harfiah meningkatkan pencegahan perang untuk perlindungan kedaulatan nasional,” katanya.

Kedua Korea terlibat dalam perlombaan senjata yang semakin meningkat.

Kedua belah pihak menguji rudal balistik jarak pendek yang semakin canggih dan perangkat keras lainnya.

Prakiraan Cuaca Besok Rabu 13 Oktober 2021, BMKG: Sebanyak 14 Kota akan Diguyur Hujan

Ekspansi reaktor nuklir

Korea Selatan baru-baru ini menguji coba peluncuran rudal balistik kapal selam pertamanya, dan berencana untuk membangun senjata baru yang besar, termasuk kapal induk.

Korea Selatan juga telah membeli pesawat tempur siluman F-35 buatan Amerika.

Sementara Korea Utara telah mendorong maju program misilnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved