Breaking News:

Nasional

Ibas Nasihati Presiden Jokowi soal Janji Program Kereta Cepat yang Teringkari: 'Pokoknya Harus Jadi'

dhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas meminta agar Jokowi tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan. Singgung program kereta cepat.

Editor: Frandi Piring
Biro Setpres
Ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas memberi salam kepada Presiden Joko Widodo. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Politisi Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas memberikan pandangan terkait langkah Presiden Joko Widodo yang meneken Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 93 Tahun 2021 yang merupakan perubahan atas Perpres Nomor 107 Tahun 2015, tentang Percepatan Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Kereta Cepat Jakarta Bandung.

Ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPR RI itu meminta agar Jokowi tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan.

Ibas menyarankan agar pembiayaan proyek kereta cepat Jakarta Bandung sebaiknya dilakukan audit terlebih dahulu.

Program Kereta Cepat.

(Foto: Program Kereta Cepat./Antara Foto/Fakhri Hermansyah)

Hal ini menurutnya penting agar tidak ada penyalahgunaan investasi hingga mengakibatkan pembengkakan dan memberatkan APBN.

‘’Fiskal negara tidak bisa terus menerus terlalu banyak hanya untuk PMN. Harus juga dihitung cost dan benefit-nya bagi BUMN.

Semoga tidak semakin dalam. Jangan sampai besar pasak daripada tiang agar dapat dicapai keimbangan fiskal antar generasi,’’ kata Ibas di Jakarta, Senin (11/10/2021)

Selain itu, Ibas juga mempertanyakan perencanaan jangka panjang pemerintah dalam pembangunan infrastruktur.

‘’Saya ingin bertanya apakah pemerintah tidak punya perencanaan jangka panjang seperti Masterplan Percepatan dan Perluasan Pertumbuhan Ekonomi atau MP3EI? Memang berganti nama tapi hingga saat ini masih dipakai.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved