Berita Nasional

Partai Demokrat Kasihan Lihat Moeldoko Dikuras Uangnya, Ragu Kemampuan Intelejen Mantan Panglima TNI

Herzaky mengaku kasihan dengan Moeldoko yang terus menerus dijanjikan akan memperoleh posisi ketua umum partai berlambang mercy ini.

Editor: Alpen Martinus
TRIBUNNEWS
Kolase foto Moeldoko sebagai Ketua Umum Demokrat hasil KLB dan Agus Harimurti Yudhoyono, Ketua Umum Demokrat. 

TRIBUNMANADO.CO.ID-Urusan antaran Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Kepala Staf Presiden Moeldoko ternyata belum usai.

Bahkan kini, AHY merasa kasihan terhadap Moeldoko lantaran dianggap punya kemampuan intelejen yang perlu dipertanyakan.

Bahkan Moeldoko diduga tak menyadari jika ia sedang dikuras uangnya.

Baca juga: SBY Sudah Tahu Keinginan Moeldoko, Perkirakan Mantan Panglima TNI Ini Akan Berhenti Jika Begini

Ragukan Kemampuan Intelijen <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/moeldoko' title='Moeldoko'>Moeldoko</a>, Kubu AHY : Kasihan Beliau Diporotin Terus Rupiahnya
AHY menanggapi pemilihan Moeldoko sebagai ketum lewat KLB Sumut.(Kompas TV / Kompas.com)

Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meragukan kemampuan intelijen Kepala Staf Presiden Moeldoko.

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menyebut prinsip dasar di militer bahwa setiap prajurit adalah insan intelijen.

Namun tidak bagi Moeldoko yang merupakan purnawirawan TNI dengan jabatan terakhir Panglima TNI.

"Kami meragukan kemampuan intelijen Moeldoko. Sudah kami sampaikan bahwa prinsip dasar di militer itu setiap prajurit adalah insan intelijen.

Baca juga: Rusdiansyah Bantah Prof Yusril Ihza Mahendra Jadi Pengacara Kubu Moeldoko

Partai Demokrat Kubu Moeldoko. Kini gandeng Yusril Ihza Mahendra untuk Pengajuan ke MA.
Partai Demokrat Kubu Moeldoko. Kini gandeng Yusril Ihza Mahendra untuk Pengajuan ke MA. (via IndeksNews.com)

Tapi ini tidak berlaku bagi Moeldoko, karena harusnya saat data dan fakta masuk ke dia, dia mengecek kebenarannya," ujar Herzaky, saat wawancara khusus dengan Direktur Pemberitaan Tribunnetwork Febby Mahendra Putra dan News Manager Tribunnetwork Rachmat Hidayat, Selasa (5/10/2021).

Dia merujuk pada konteks ketika Moeldoko diajak melakukan Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang oleh Jhoni Allen dkk.

Bahkan Moeldoko ditawari untuk menjadi ketua umum.

Menurut Herzaky, seharusnya sebagai insan militer dirinya harus mengecek apakah benar KLB yang digelar itu sudah sesuai dengan data dan fakta serta janji-janji yang disebutkan Jhoni Allen dkk.

Baca juga: Mahfud MD soal Yusril Bantu Kubu Moeldoko Demokrat: Tak akan Ada Guna Agus Harimurti Tetap Memimpin

Baginya Moeldoko dalam kasus ini tak ubahnya dibohongi dan dimanfaatkan semata.

"Saat Jhoni Allen datang, 'pak ini kita ada KLB didukung oleh pengurus suara, ayo kita KLB, bapak siap ya jadi ketua umum', nah itu ya harusnya beliau benar-benar mengecek data dan faktanya," kata Herzaky.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bogor
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved