Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

G30S PKI

Resimen Cakrabirawa, Pasukan Pengawal Presiden Masa Revolusi, Sejarah dan Pembubaran Seusai G30S PKI

Dikomandoi Letnan Kolonel Untung, Pasukan Cakrabirawa melakukan penculikan dan menyebabkan tewasnya 6 jenderal TNI AD dan 1 perwira muda.

Editor: Frandi Piring
YOUTUBE REVISEVLOGID
Pasukan Cakrabirawa. Resimen TNI yang terlibat dalam G30S PKI 1965. Penculik Dewan Jenderal. 

Para calon menteri yang akan dilantik pun terpaksa berjalan kaki. 

Para anggota Resimen Cakrawrawa yang memang ditugaskan menjaga Istana tetap melakukan tugasnya dengan sebaik-baiknya hingga acara pelantikan tetap bisa berjalan. 

Resimen Cakrabirawa akhirnya dibubarkan pasca keluarnya Surat Perintah 11 Maret 1966.

Tepatnya pada 23 Maret 1966 terbit Keputusan bersama keempar Menteri Panglima Angkatan (Darat, Laut, Udara dan Polisi) No 6/3/1966 yang memutuskan menyerahkan tugas menjamin keselamatan presiden dan keluarganya dari Cakrabirawa ke Polisi Militer. 

Pada 28 Maret 1966, dilakukan serah trima tugas untuk menjami keselamatan pribadi/Presiden/Panglima Tertinggi ABRI beserta keluaranya dari Brigjen Sabur, Komandan Cakrabirawa ke Brigjen Sudirgo, Direktur Polisi Militer.

Pasca penyerahan itu, Cakrabirawa dibubarkan dan anggotanya dikembalikan ke masing-masing angkatannya.

Selanjutnya tugas penjagaan Istana Presiden baik yang ada di Jakarta maupun di Bogor dan Cipanas digantikan oleh Satgas Pomad (Polisi Militer Angkatan darat) yang dipimpin oleh Kolonel CPM Norman Sasono.

Hanya anggota DKP (Detasemen Kawal Pribadi) yang terdiri dari personel Kepolisian yang masih dipercaya mengawal Bung Karno dan keluarganya.

(Tribunnews.com/Daryono) (Kompas.com/Serafica Gischa)

Tautan:

https://m.tribunnews.com/nasional/2021/10/01/sejarah-terbentuk-dan-bubarnya-resimen-cakrabirawa-pasukan-yang-menculik-7-jenderal-dalam-g30s?page=4

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved