G30S PKI

Resimen Cakrabirawa, Pasukan Pengawal Presiden Masa Revolusi, Sejarah dan Pembubaran Seusai G30S PKI

Dikomandoi Letnan Kolonel Untung, Pasukan Cakrabirawa melakukan penculikan dan menyebabkan tewasnya 6 jenderal TNI AD dan 1 perwira muda.

Editor: Frandi Piring
YOUTUBE REVISEVLOGID
Pasukan Cakrabirawa. Resimen TNI yang terlibat dalam G30S PKI 1965. Penculik Dewan Jenderal. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Peristiwa G30S 1965 tentu tidak lepas dari Pasukan Cakrabirawa.

Cakrabirawa dikenal sebagai resimen dari TNI yang bertugas sebagai pengawal Presiden di masa kepemimpinan Soekarno.

Dikomandoi Letnan Kolonel Untung, Pasukan Cakrabirawa melakukan penculikan dan menyebabkan tewasnya 6 jenderal TNI AD dan 1 perwira muda.

Pasukan Cakrabirawa
Pasukan Cakrabirawa (direktorial.wordpress.com)

Berikut ini sejarah terbentuknya Pasukan Cakrabirawa.

Dikutip dari repository.unair.ac.id, Jumat (1/1/2021), yang mengutip buku Kesaksian Tentang Bung Karno 1945-1967  karya Mangil Martowidjojo, Satuan atau Resimen Cakrabirawa dibentuk pada 6 Juni 1962.

Pembentukan Resimen Cakrabirawa itu ditetapkan melalui Surat Keputuusan Presiden/Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia No 211/Plt/1962.

Resimen Cakrabirawa berasal dari semua unsur ABRI baik Angkatan Darat, Angkatan Udara, Angkatan Laut dan Kepolisian.

Untuk menjadi anggota Cakrabirawa tidak mudah dan melalui seleksi ketat. 

Proses seleksi secara fisik maupun mental, melalui tes tertulis dan psikotes yang harus dua kali dilalui sebelum diterima.

Bahkan, Jenderal Nasution pernah memberi arahan terhadap Kolonel Sabur yang kelak menjadi Komandan Cakrabirawa, agar para anggota Cakrabirawa ini merupakan orang-orang yang memiliki budi pekerti luhut serta disiplin yang baik.

Hal ini mengingat penting dan vitalnya tugas yang bakal dikerjakan. 

Berdasarkan Lampiran Surat Keputusan Presiden/Panglima Tertinggi ABRI No 01/Plt/Th.1963 mengenai organisasi dan tugas Resimen Cakrabirawa, Resimen Cakrabirawa dibagi menjadi 3 bagian utama. 

Bagin pertama yakni Detasemen Kawal Pribadi (DKP), bertugas mengawal keselamatan presiden beserta keluarganya secara langsung dari jarak dekat.

Bagian kedua, Detasemen Pengawal Chusus/Khusus (DPC) bertugas dalam hal pengamanan dan survei atas gedung, area atau wilayah dimana presiden dan keluarga sedang atau akan berada.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved