G30S PKI
Tangisan Soekarno di Depan Makam Jenderal Ahmad Yani, Anak Emas Presiden yang Jadi Korban G30S PKI
Hal tersebut menjadi peristiwa sejarah kelam di Indonesia saat pemerintahan Soekarno.
Mereka lalu masuk, mengepung rumah dari segala penjuru.
Akhirnya, para tentara itu mendapati Eddy dan Mbok Mirah yang tengah duduk di ruang belakang, tak jauh dari pintu belakang rumah.
Tentara tersebut meminta Eddy agar Jenderal Ahmad Yani dibangunkan karena Mbok Mirah tak beranjak dari tempat duduknya.
Eddy pun pergi ke kamar ayahnya, dia menggoyangkan kaki ayahnya tersebut.
"Pak bangun pak, ada Tjakrabirawa mencari bapak. Bapak diminta datang ke istana," kata Eddy.
Jenderal Ahmad Yani Dibunuh Cakrabirawa G30S PKI 1965. Dibuang di Lubang Buaya. (Kolase Wikipedia/Istimewa)
Jenderal Ahmad Yani bangun lalu melihat melalui kaca jendela yang menghubungkan ruang makan dengan ruang belakang.
Ahmad Yani kemudian menghampiri para tentara itu.
Sementara, Eddy yang ketakutan langsung berlari ke ruang belakang dan berdiri di dekan kolam ikan.
Sempat terjadi perdebatan sengit antara Jenderal Ahmad Yani dan para tentara-tentara itu.
Akhirnya, suara tembakan terdengar, Ahmad Yani tersungkur di lantai ruang makan kediamannya.
Ahmad Yani yang bersimbah darah kemudian diseret.
Saudara-saudara Eddy terbangun dan mencari tahu apa yang terjadi di ruang makan.
Namun, para tentara tersebut membentak saudara-saudara Eddy untuk masuk kembali ke kamar masing-masing.
Mereka diancam akan ditembak kalau tak mengindahkan perintah tersebut.
Dini hari pukul 04.00 pada 1 Oktober 1965 menjadi peristiwa yang tak dapat dilupakan oleh Irawan Sura Eddy atas meninggalnya ayahandanya.
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id