Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

G30S PKI

Tangisan Soekarno di Depan Makam Jenderal Ahmad Yani, Anak Emas Presiden yang Jadi Korban G30S PKI

Hal tersebut menjadi peristiwa sejarah kelam di Indonesia saat pemerintahan Soekarno.

Editor: Glendi Manengal
Kolase Tribun Manado
Presiden Soekarno Menangis di Makam Jenderal Ahmad Yani yang jadi korban peristiwa G30S PKI. 

Bung Karno pun sempat menyempatkan hadir saat syukuran rumah tersebut.

Selain itu, beberapa kali Soekarno juga mengajak Ahmad Yani untuk kunjungan ke daerah.

Bahkan, pada hari Minggu, Jenderal Ahmad Yani dan istrinya sering menemani Bung Karno dan Hartini ngobrol-ngobrol di Istana Bogor.

Sayangnya, kemesraan itu memang tak berlangsung lama.

Kemesraan tersebut berakhir akibat isu Dewan Jenderal dan rumor kudeta Angkatan Darat.

Berdasarkan artikel di sosok.grid.id, Jenderal Ahmad Yani terbunuh di rumahnya di Jalan Lembang, Jakarta, Jumat (1/10/1965) dini hari.

Dikisahkan, Panglima Angkatan Darat tersebut kala itu sedang tertidur.

Sementara putranya yang baru berusia tujuh tahun, Irawan Sura Eddy, terbangun.

Eddy mendapati ibundanya tak ada di rumah, karena sedang berada di rumah lainnya di Jalan Taman Surapati.

Kemudian, Eddy pun membangunkan Mbok Mirah, pembantu di rumah Ahmad Yani.

Eddy minta ditemani duduk di ruang keluarga belakang karena dia ingin menunggu ibunya pulang ke rumah.

Namun beberapa saat setelah itu, terdengar suara gaduh dari tempat penjaga di rumah tersebut.

Rupanya, suara tersebut berasal dari sepasukan tentara tak dikenal yang dengan cepat masuk ke halaman rumah.

Tentara itu berseragam Tjakrabirawa, lengkap dengan senjata, begitu menurut keterangan di buku "Titik Silang Jalan Kekuasaan Tahun 1966".

Tentara tersebut dipimpin oleh Pembantu Letnan Satu Mukidjan dan Sersan Raswad.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved