G30S PKI

Kisah Ir. Sakirman Politbiro CC PKI, jadi Buronan Tentara hingga Tewas Ditembak di Tempat

Pada peristiwa Gerakan 30 September (G30S) PKI ada sosok yang ikut terlibat yaitu Ir. Sakirman. Dia adalah salah satu petinggi Politbiro CC PKI.

Penulis: Rhendi Umar | Editor: Rhendi Umar
tribunnewswiki
Kisah Ir. Sakirman Politbiro CC PKI, jadi Buronan Tentara hingga Tewas Ditembak di Tempat 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pada peristiwa Gerakan 30 September (G30S) PKI ada sosok yang ikut terlibat yaitu Ir. Sakirman.

Dia adalah salah satu petinggi Politbiro CC PKI.

Dia dilahirkan pada tahun 1911, di Wonosobo, Jawa Tengah.

Dia juga adalah kakak kandung dari Siswondo Parman, salah satu korban yang diculik Resimen Tjakrabirawa dan meninggal dalam peristiwa Gerakan 30 September (G30S).

Pasca G30S, Sakirman jadi buronan tentara. Pihak militer mengkonfirmasi bahwa dia ditangkap di Solo pada 1966, tetapi karena mencoba melarikan diri, Sakirman langsung ditembak di tempat. Sakirman meninggal dunia di Solo pada tahun 1966.

Sakirman tidak seperti kebanyakan pimpinan PKI yang berasal dari kalangan rakyat jelata saat itu.

Ir Sakirman adalah seorang lulusan ITB (saat itu bernama "Technische Hooge School" (THS)) dan berasal dari keluarga Mangkunegaran.

Pada tahun 1965 Ir. Sakirman termasuk generasi tua dengan banyak pengalaman perjuangan.

Sesudah proklamasi kemerdekaan 1945, Sakirman bergabung dengan AMRI, Slawi, Tegal.

Ia pun terlibat dalam Peristiwa Tiga Daerah di karesidenan Pekalongan yang meliputi Pekalongan, Brebes dan Pembebasan Tegal.

Namanya semakin dikenal luas ketika menjadi pemimpin eksekutif Lasjkar Rakjat Jawa Tengah sekitar tahun 1945. Lasjkar Rakjat tersebut juga mencakup wilayah Jawa Barat.

Hanya Lasjkar Rakyat Jawa Barat dipimpin oleh Chaerul Saleh dan Armunanto.

Lasjkar Rakyat ini bertujuan antara lain: memerangi buta huruf; meningkatkan kewaspadaan militer dan menangkap mata-mata musuh; dan melakukan kerja sama dengan rakyat terutama organisasi-organisasi buruh dan tani.

Lasjkar Rakyat dalam mengefektifkan kerja-kerjanya juga menerbitkan Soeara Lasjkar. Sejarah kehidupan Ir. Sakirman memang belum banyak ditulis, sehingga publik tak begitu mengenal siapa dan bagaimana perjalanan hidup Sakirman sebagai pejuang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved