Selasa, 2 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

KKB di Papua

Jangan Sebut Teroris, Kepala Densus 88 Irjen Martinus Hukom Punya Strategi Rangkul KKB Balik ke NKRI

Irjen Martinus Hukom pun menjelaskan strategi untuk merangkul para oknum KKB agar bisa kembali ke NKRI dan berhenti melakukan teror.

Tayang:
Editor: Frandi Piring
Kolase Foto Istimewa
Kepala Densus 88 Irjen Martinus Hukom Punya Strategi Rangkul KKB Balik ke NKRI. 

Tak hanya itu, Martinus mengharapkan aksi terorisme KKB juga tidak dihubungkan dengan suatu religi atau kepercayaan orang Papua. Hal ini dinilainya juga sebagai sesuatu yang sensitif.

"Kita melihat terorisme yang saat ini kita hadapi, tidak pernah kita menggunakan kata islam di depan terorisme. Tidak pernah. Karena itu kita melawan kodrat manusia. kita melawan martabat lahiriah manusia itu. Jadi kita menghindari itu," jelasnya.

"Dalam memahami Papua, dalam merespon apa yang terjadi di Papua, saya minta juga semua tokoh agama. Agama Kristen, Agama Islam, Agama apapun menahan semua pendapat tentang apa yang terjadi di papua.

Sehingga kita memberikan ruang untuk menyelesaikan Papua secara komperhensif dan adil tanpa menyentuh aspek-aspek yang sensitif," sambungnya.

Biodata Irjen Pol Marthinus Hukom

Siapa sebenarnya Irjen Pol Marthinus Hukom?

Berikut profil dan biodatanya:

1. Asli Maluku

Melansir dari Wikipedia, Brigjen Pol Marthinus Hukom lahir di Ameth, Nusalaut, Maluku Tengah, Maluku pada 30 Januari 1969.

Ia adalah seorang perwira tinggi Polri yang sejak 1 Mei 2020 mengemban amanat sebagai Kepala Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri.

Martinus, lulusan Akpol 1991 ini berpengalaman dalam bidang reserse.

Jabatan terakhir jenderal bintang satu ini adalah Wakil Kepala Densus 88 Antiteror Polri.

2. Dapat kenaikan pangkat luar biasa

Marthinus Hukom termasuk salah satu Aparatur Penegak Hukum Polri yang mendapat kenaikan pangkat luar biasa saat bergabung dalam Satuan Reserse Anti Teror dan Bom Ditserse Polda Metro Jaya dibawah kepemimpinan Kombes. Pol. Tito Karnavian, AKBP. Idham Azis, dan Kompol. M Syafii.

Pada saat itu, satuan ini berhasil menangkap teroris Imam Samudera di Pelabuhan Merak, Banten, 21 November 2002.[2]

Sumber: Surya
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved