Berita Manado

Pedagang di Kompleks Pertokoan 45 Manado Artikan PPKM dengan 'Pelan Pelan Kami Mati'

Menurut salah satu pedagang penjual kue yang mengaku bernama Anita, penjualan sekarang lebih baik lagi.

Penulis: Fistel Mukuan | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Fistel Mukuan
Suasana pedagang di depan toko Abadi Jaya di Wenang 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Banyak pedagang yang berjualan di kompleks pertokoan 45, lebih tepatnya di depan toko Abadi Jaya dekat lampu merah, Jumat (17/9/2021).

Di lokasi tersebut ada ibu-ibu dan bapak-bapak pedagang tas, buah-buahan dan kue.

Ketika diajak berbicara untuk diwawancarai video pedangang takut wajah mereka dipublikasi.

Namun, ketika diwawncarai secara langsung tanpa video pedagang ingin berbicara.

Menurut salah satu pedagang penjual kue yang mengaku bernama Anita, penjualan sekarang lebih baik lagi.

"Memang saat pandemi awal di Manado penjualan sangat menurun," kata Anita.

Lanjutnya, ketika masuk new normal akhir tahun penjualan kembali membaik dan kembali menurun saat penerapan PPKM Level 4.

"Tapi sekarang karena sudah level 3 penjualan sudah kembali membaik," ungkap Anita lagi.

Sementara berbincang-bincang salah satu bapak pedagang di lokasi menyampaikan secara bercanda arti PPKM.

"Pelan Pelan Kami Mati (PPKM)," celetuk bapak pedagang itu.

Menurut mereka dengan adanya pembatasan ini pendapatan sangat menurun, karena itu mereka artikan begitu.

Sama hal dengan yang dikeluhkan salah satu ibu pedagang yang tidak mau disebutkan namanya.

Menurutnya, penghasilan sekarang sangat sedikit tetapi mereka sebagai pedagang tidak punya pilihan. 

Tetap harus berdagang demi dapur bisa terus mengepul.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved