KKB di Papua
Cerita Nakes yang Selamat dari Kebrutalan KKB & KNPB di Kiwirok, Lompat ke Jurang tapi Tetap Dikejar
Marselinus Ola Atanila, satu di antara mantri yang bertugas di Puskesmas Kiwirok mendapat kabar bahwa akan ada penyerangan KKB ke pihak TNI-Polri.
Penulis: Gryfid Talumedun | Editor: Gryfid Talumedun
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) melakukan aksi keji kepada para tenaga kesehatan (nakes) di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.
Padahal para nakes tengah menjalankan misi kemanusiaan di daerah terpencil di pengunungan tengah Papua.
Namun justru mengalami hal mengerikan lantaran KKB menyiksa mereka.
Pada pagi itu, suasana tak seperti biasa.
• Aparat Gabungan TNI/Polri Berhasil Tembak Mati Elly Bidana Komandan Operasi KKB Pimpinan Lamek Taplo
Ada ancaman dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), namun para tenaga kesehatan (nakes) tetap bertahan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, nyawa taruhannya.
Pikirnya, nakes tak akan diganggu, karena pelayanan kesehatan yang diberikan toh kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan.
Marselinus Ola Atanila, satu di antara mantri yang bertugas di Puskesmas Kiwirok mendapat kabar bahwa akan ada penyerangan KKB ke pihak TNI-Polri.
Namun, demi kemanusiaan, Marselinus dan rekan-rekannya tetap bertahan di barak dan juga puskesmas, mana tau pihaknya dibutuhkan bantuan dalam penyelamatan.
Kabar penyerangan tersebut didengarnya sekitar pukul 07.00 WIT.
“Kami mengambil langkah bijak untuk tetap di dalam barak medis dan juga puskesmas sehingga apabila penyerangan dan ada korban, kami sebagai nakes bisa melakukan pertolongan,” kata Marselinus mengisahkan kronologis penyerangan KKB terhadap dirinya dan nakes lainnya di Kiwirok.
Tetapi, kejadian berbanding terbalik. Sekitar pukul 09.00 WIT, terjadi letusan pertama kalinya di Pos Pamtas.
“Kami tidak mengira akan terjadi penyerangan terhadap nakes. Pada pukul 09.05 WIT, KKB mulai menghancurkan puskesmas dan menyiram bensin keliling gedung, membakarnya,” ujarnya.
Sekitar pukul 09.07 WIT, kata Marselinus, KKB mulai menuju ke barak dokter yang bersebrangan dengan puskesmas. KKB melancarkan aksinya dnegan menghancurkan kaca jendela kemudian menyiram bensin dan membakar.
Di dalam barak dokter tersebut terdapat lima orang nakes yaitu Dokter Restu Pamanggi, mantri Lukas Luji Parta, suster Siti Khodija, dan mantri Martinus Deni Satya.
Baca juga: Dokter Andre Ungkap Penyebab Impotensi, Proses Gairah hingga Ereksi Bukan Rangkaian Sederhana