Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kesehatan

Dokter Andre Ungkap Penyebab Impotensi, Proses Gairah hingga Ereksi Bukan Rangkaian Sederhana

Sejak lama impotensi merupakan persoalan yang dialami pria, terutama yang sudah berumah tangga. Impotensi atau disfungsi ereksi

Editor: Aswin_Lumintang
net
Disfungsi Ereksi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sejak lama impotensi merupakan persoalan yang dialami pria, terutama yang sudah berumah tangga. Impotensi atau disfungsi ereksi ini sangat mengganggu keharmonisan rumah tangga.

Kenapa mempengaruhi rumah tangga? Hal ini karena disfungsi ereksi merupakan ketidakmampuan laki-laki mencapai atau mempertahankan ereksi yang cukup untuk berhubungan seksual.

Orang pada umumnya mengenal dengan sebutan impotensi.

Kondisi ini dapat menyebabkan ketidakharmonisan bagi pasangan jika tidak segera diatasi.

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

 
Terdapat tiga kondisi yang bisa menjadi tanda-tanda disfungsi ereksi, yaitu sulit ereksi, bisa ereksi tetapi tidak dapat mempertahankan, dan kurang keras untuk penetrasi.

Menurut spesialis Urologi dari Siloam Hospitals Sentosa Bekasi, dr. Andre Lazuardi Harahap, Sp.U, faktor penyebab disfungsi ereksi ada dua hal, yakni faktor psikogenik dan organik.

"Disfungsi ereksi disebabkan faktor penyakit (organik) lalu disusul oleh faktor psikologis (psikogenik). Penyakit ini dapat ditangani secara maksimal dan komprehensif, di mana pasien diharapkan berkonsultasi kepada dokter," tutur dr. Andre Lazuardi Harahap, Sp.U., melalui edukasi bincang sehat yang digelar manajemen Siloam Hospitals Sentosa Bekasi via Instagram, Kamis (16/09/2021).

Timbulnya gairah seksual pria ditandai terjadinya ereksi pada alat kelamin merupakan rangkaian proses yang tidak sederhana. 

Proses tersebut melibatkan kerja saraf pada  otak dan otot, pembuluh darah, hormon, dan faktor psikologis (keinginan dan emosi). 

"Disfungsi ereksi biasanya terjadi jika hal-hal tersebut mengalami masalah," lanjut dokter Andre .

Ragam kondisi yang menyertai disfungsi ereksi umumnya, yaitu:
 

Faktor metabolik, pada pasien yang juga menderita penyakit jantung, hipertensi, kolesterol, ginjal, diabetes, obesitas, cedera kepala berat dan lainnya.

Baca juga: Masih Ingat Luri AFI? 12 Tahun Lalu Meninggal Usai Melahirkan, Suami Masih Menduda, Anaknya Ganteng

Baca juga: Realisasi Pajak PBB di Bolmong Masih Jauh dari Harapan

Faktor Neurogenik, pada pasien parkinson, cedera tulang belakang, alzheimer.
Faktor Hormonal, yang mempengaruhi gairah seksual atau disebut libido.
Faktor Psikologis, yaitu pada pasien dalam keadaan stres, kecemasan, depresi.

"Dan yang tidak boleh diabaikan adalah faktor gaya hidup, yaitu pada pasien perokok, konsumsi minuman beralkohol, pengguna narkoba hingga pasien yang mengalami  gangguan tidur, " tutur dokter Andre.

Menurut dr Andre, beberapa tahapan tindakan dalam mendiagnosa, tentunya diawali dengan wawancara atau konsultasi dengan pemeriksaan fisik yang juga akan dilakukan pemeriksaan.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved