Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

KKB di Papua

Aparat Gabungan TNI/Polri Berhasil Tembak Mati Elly Bidana Komandan Operasi KKB Pimpinan Lamek Taplo

Elly Bidana (35) yang disebut-sebut menjadi pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menyerang warga sipil di puskesmas di Distrik Kiwirok

Penulis: Gryfid Talumedun | Editor: Gryfid Talumedun
Istimewa/Internet
Aparat TNI mengklaim menembak mati Komandan Operasi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, Elly Bidana. 

Disayangkan pelayanan publik sementara ini terkendala pasca pembakaran fasilitas umum oleh KKB.

Diketahui, Kabupaten Pegunungan Bintang terdiri dari 34 distrik dengan total luas wilayah 15.863 Km persegi, dan memiliki enam pos polisi.

Sejak Senin (13/9/2021), KKB melakukan aksi kekerasan di dua distrik di Kabupataen Pegunungan Bintang.

Antaralain pembakaran dan kekerasan di Distrik Kiwirok, dan pada Selasa (14/9/2021) di Distrik Okhika.

Seorang tenaga kesehatan bernama Gabriella gugur akibat serangan KKB, sementara satu mantri hingga kini belum ditemukan.

Kebulan asap yang berasal dari sejumlah bangunan yang dibakar <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/kkb' title='KKB'>KKB</a> di Distrik Kiwirok, Kabupaten <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/pegunungan-bintang' title='Pegunungan Bintang'>Pegunungan Bintang</a>, Papua, Senin (13/9/2021).

Klaim Komandan Operasi

Komandan Operasi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Elly Bidana, diklaim tewas saat kontak senjata dengan aparat TNI yang terjadi di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin (13/9/2021).

Hal tersebut disampaikan oleh Dandim 1715/Yahukimo Letkol Inf Cristian Irreuw melalui sambungan telepon, pada Kamis (16/9/2021).

Menurut Letkol Inf Cristian Irreuw, pihaknya mendapatkan laporan terjadi tewasnya pimpinan yang diketahui berusia 35 tahun itu.

"Ada laporan, dari KKB yakni Elly Bidana (35 tahun) yang dalam struktur KKB menjabat sebagai komandan operasi Batalyon III Meme tewas," ujar Cristian saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (16/9/2021).

Selain itu, dalam kontak senjata yang melibatkan Satgas Yonif 403/WP itu juga menyebabkan dua anggota KKB pimpinan Lamek Taplo terluka.

Menurut dia, aparat keamanan gabungan terus mengejar KKB yang melakukan aksi kriminal bersenjata di Kiwirok.

Sebelumnya, kontak senjata antara personel TNI Satgas Pamtas 403/WP dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terjadi di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin (13/9/2021) pagi.

Akibat kejadian yang berlangsung sekitar empat jam tersebut, seorang anggota TNI mengalami luka tembak di bagian tangan dan sejumlah fasilitas umum dibakar.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved