Kabar Papua
Gerak Cepat Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa Atasi Jembatan Dirusak KKB Papua, 700 Warga Lari ke Hutan
Rusaknya jembatan dianggap membahayakan bagi pengendara maupun pejalan kaki yang melintas karena tidak dapat dilalui oleh orang maupun kendaran
Kabar terbaru, tiga pelaku pembantaian terhadap prajurit TNI yang berjaga di Posramil Kisor Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat telah ditangkap.
Dari mereka, polisi akan menelusuri para pelaku lainnya. Informasi sebelumnya, Pratu Iqbal Abdullah menyebutkan, penyerangan dilakukan sekitar 50 orang. Mereka menggunakan kapak, prang, panah hingga senjata api.
Pratu Iqbal merupakan salah satu prajurit TNI yang berhasil menyelamatkan diri dari pembantaian secara keji tersebut.
Saat ini, sudah tiga terduga pelaku ditangkap aparat gabungan. Pihak TNI sendiri mengaku sudah mengantongi 20 nama lainnya.
Pascaperistiwa itu, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa pun marah. Ia berjanji untuk menghancurkan KKB Papua yang tergabung dalam Komite Nasional Papua Barat (KNPB).
Kini, ancaman lebih serius diungkapkan mantan Danjen Kopassus tersebut, yakni memburu kelompok teroris KKB Papua hidup atau mati.
Hal itu diungkapkan melalui Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVIII/Kasuari Letkol Arm Hendra Pesireron.
"Walau mereka tetap bersembunyi, kami akan tetap memburu hidup atau mati," tegas Hendra, Minggu (5/9/2021).
Selain penegasan tersebut, kata Hendra, pihaknya juga telah mengantongi sedikitnya 20 pelaku dari KNPB.
"Kami akan memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat. Jadi jangan takut, yang kami buru adalah mereka (KNBP) yang terlibat dalam kasus ini," tukasnya.
Sebelumnya, Bupati Maybrat, Bernard Sigrim mengatakan peristiwa di Posramil Kisor, Maybrat, Papua Barat, merupakan pembantaian yang paling sadis sepanjang sejarah masyarakat Ayamaru, Aitinyo dan Aifat.
"Siapapun orang yang beragama, bahkan binatang sekalipun tidak pernah melakukan tindakan sesadis ini," katanya.
Terpisah, Kapolres Sorong Selatan, AKBP Choiruddin Wachid mengatakan pihaknya telah mengamankan tiga pelaku, dan satu di antaranya telah membeberkan kronologis penyerangan tersebut.
"Satu pelaku inisial MY (20) sudah mengaku, dan dia berperan sebagai mata-mata sebelum aksi tersebut," kata Wachid.
Sekira pukul 03.00 WIT, Kamis (2/9/2021), kata Wachid, terdapat 13 orang termasuk MY langsung melakukan penyerangan.