Kabar Papua
Gerak Cepat Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa Atasi Jembatan Dirusak KKB Papua, 700 Warga Lari ke Hutan
Rusaknya jembatan dianggap membahayakan bagi pengendara maupun pejalan kaki yang melintas karena tidak dapat dilalui oleh orang maupun kendaran
TRIBUNMANADO.CO.ID - Gerak cepat Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa atasi jembatan yang dirusak KKB Papua, 700 warga lari ke hutan
Jembatan di Kampung Fakario, Kabupaten Maybrat, terputus karena dirusak Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB ) Papua beberapa waktu lalu.
Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa mengerahkan prajurit TNI anak buahnya untuk memperbaiki jembatan tersebut.
Rusaknya jembatan dianggap membahayakan bagi pengendara maupun pejalan kaki yang melintas karena tidak dapat dilalui oleh orang maupun kendaran.
Para aparat terjun langsung memperbaiki jembatan dengan dibantu berbagai alat berat seperti exca pc 200 hingga dump truck pada Selasa (14/9/2021).
Para anak buah Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa sedang memperbaiki jembatan di Maybrat yang dirusak KKB Papua. (Pendam XVIII Kasuari)
Melansir dari kasuari18-tniad.mil.id, perbaikan jembatan ini menjadi wujud kepedulian TNI dan Polri pada warga.
Aktivitas warga yang sebelumnya terhambat diharapkan dapat normal kembali seperti semula.
Satuan yang terlibat dalam perbaikan jembatan dari TNI yaitu Yonif RK 762, Yon Zipur 20 dan Kodim 1809/Maybrat.
Sedangkan dari Polri yakni dari satuan Brimob Polda Papua Barat.
700 Warga Ngungsi ke Hutan
Sekitar 700 warga dari 18 kampung di Kabupaten Maybrat, Papua Barat, mengungsi ke hutan.
Mereka menghindari dampak operasi aparat keamanan setelah insiden tersebut.
Menurut Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian, dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari Yan Christian Warinussy saat dihubungi dari Jayapura, Senin (6/9/2021), ratusan warga itu mengungsi ke hutan sejak tiga hari lalu.
”Warga yang mengungsi berasal dari sejumlah kampung di Distrik Aifat Selatan, antara lain Kisor, Krus, Imson, Buohsa, Asiaf Saman, Fuog, Fuog Selatan, Sorry, Awet Maim, Roma, Tolak, Kaitana, Yeek, Same Rakator, Sanem, Tahsimara, Hira Iek, dan Tahmara,” ujar Yan, melansir dari Kompas.id dalam artikel 'Warga Mengungsi ke Hutan Pasca-penyerangan Pos Koramil Kisor'