Breaking News:

Sosok Tokoh

SOSOK Pendeta Paul Yonggi Cho, Simbol Pertumbuhan Kristen Pasca-perang Korea, Dahulu Penganut Buddha

David Yungi Cho, yang pendirian gereja terbesar Korea Selatan pernah berdiri sebagai simbol pertumbuhan Kristen pasca-perang di negara

Penulis: Gryfid Talumedun | Editor: Gryfid Talumedun
(Photo by Robert Pearce/Fairfax Media via Getty Images).
SOSOK Pendeta Paul Yonggi Cho, Simbol Pertumbuhan Kristen Pasca-perang Korea, Dahulu Penganut Buddha 

Pendeta <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/paul-yonggi-cho' title='Paul Yonggi Cho'>Paul Yonggi Cho</a> Meninggal Dunia, Setia Perkara Kecil hingga Miliki  Jemaat Terbesar di Dunia - Tribunmanado.co.id

Profil David Yungi Cho

David Yungi Cho (awalnya disebut sebagai Paul Yungi Cho) adalah seorang pendeta Kristen Korea.

Ia adalah Pastor Senior dan pendiri Gereja Injili Penuh Yoido (Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah), kongregasi terbesar di dunia yang diklaim memiliki anggota berjumlah 830,000 orang (per 2007).

Ia lahir pada 14 Februari 1936, di Ulju-gun, yang sekarang merupakan bagian dari kota metropolitan Ulsan.

Sebagai putra dari Cho Doo-chun dan Kim Bok-sun, Cho adalah anak sulung dari lima bersaudara dan empat bersaudari.

Ia lulus dari sekolah menengah dengan gelar kehormatan.

Karena ayahnya syok dan bisnisnya akan bangkrut, ia memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikannya ke sekolah tinggi atau universitas.

Kemudian, ia masuk ke sekolah tinggi teknik inekspensif untuk mempelajari perdagangan.

Pada waktu yang bersamaan, ia mulai masuk sebuah basis tentara Amerika yang berada di dekat sekolahnya, dan mempelajari bahasa Inggris dari para tentara yang menjadi temannya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved