Nasional
Andil PKI dalam Upaya Pembebasan Papua Barat, DN Aidit Lontarkan Propaganda
Dalam wawancaranya, DN Aidit melayangkan gagasannya tentang memperjuangkan antikolonialisme dan penghapusan feodalisme.
Periode ini, bersamaan upaya perundingan demi penentuan nasib Irian Barat apakah kembali ke Indonesia atau bercokol di cengekraman Belanda.
Perang Saraf Kontra Amerika
Di Moskow, Aidit menyampaikan masalah Irian Barat dalam Kongres Partai Komunis Uni Soviet.
Sementara di Tanah Air, penggalangan massa semakin masif.
Kekuatan radikal juga bergabung dalam gerakan aksi pembebasan Irian Barat.
Mereka menyatakan diri Front Pemuda Pusat yang kebanyakan berasal dari kader PKI.
Lebih dari 10 juta pemuda dihimpun untuk bersiap jadi milisi, demi merebut Papua.
Ini dilaporkan Harian Rakjat, 13 Oktober 1961.
Kampanye Aidit berhasil. Pimpinan Partai Komunis Belanda, Paul de Groot menyatakan sikap di posisi rakyat Indonesia apabila terjadi agresi militer di Irian Barat.
Dukungan yang sama juga diperoleh dari partai Komunis Australia, diwakili sekjennnya, Lancey Sharkey.
Di Yogyakarta, Presiden Soekarno menyatakan militer sudah siap dan milisi sudah dipersenjatai untuk pembebasan Irian Barat.
Indonesia tinggal menunggu keputusan PBB, pada November 1961.
Soekarno mengumumkan gerakan Tri Komando Rakyat (Trikora) pembebasan Irian Barat di Alun-alun Yogyakarta, 19 Desember 1961.
Papua dalam Benak Presiden
Dengan retorikanya, Presiden Soekarno melancarkan tekanan terhadap Amerika dan blok Barat lainnya agar melepaskan Irian Barat ke tangan Indonesia.