Nasional
Andil PKI dalam Upaya Pembebasan Papua Barat, DN Aidit Lontarkan Propaganda
Dalam wawancaranya, DN Aidit melayangkan gagasannya tentang memperjuangkan antikolonialisme dan penghapusan feodalisme.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Jejak Partai Komunis Indonesia (PKI) dalam pembebasan Papua Barat atau Irian Barat dari penjajahan kolonial medio 50-an.
Melalui wawancara bersama petinggi PKI kala itu Dipa Nusantara Aidit alias DN Aidit, ia menjelaskan gagasan untuk upaya pembebasan Irian Barat.
Mantan Koresponden TASS, Geogri Afrin di naungan Kantor Berita Uni Soviet saban hari mewawancarai Ketua Central Comite (CC) Partai Komunis Indonesia (PKI) DN Aidit soal nasib Papua atau disebut Irian Barat, saat itu.
Tampang DN Aidit yang diwawancarai di Jakarta, medio 1961, menghiasi televisi bertepatan pada Kongres ke-12 Partai Komunis Uni Soviet.
Pada kesempatan itu memantik perhatian dunia, terlebih bagi negara-negara berhaluan Kiri.
Dalam wawancaranya, DN Aidit melayangkan gagasannya tentang memperjuangkan antikolonialisme dan penghapusan feodalisme.
Gagasan itu pun masuk dalam agenda kongres Partai Komunis sedunia.
"Mempersatukan dan memobilisasi rakyat Indonesia guna membebaskan wilayah negerinya yang masih dijajah kolonialis Belanda,
yaitu Irian Barat," kata Aidit kepada Georgi, dilansir Harian Rakjat, 24 Oktober 1961.
Ini bukan kali pertama Aidit melancarkan propaganda demi pembebasan Irian Barat.
Hal yang sama pernah ia lantangkan saat resolusi Indonesia soal Irian Barat kandas dalam sidang Majelis Umum PBB.
Medio Desember 1954, Aidit berorasi soal hasil pemungutan suara atas konflik Irian Barat.
Ia meduduh Amerika Serikat sebagai pemimpin komplotan gelap yang menentang resolusi Irian Barat, dengan maksud terselubung.
Upaya diplomasi Indonesia di Majelis Umum PBB kala itu selalu buntu, sejak 1954 hingga 1957.
Melihat dinamika itu, Aidit geram. Secara sinis, ia menyentil PBB telah tunduk kepada Amerika dan negara-negara blok Barat lainnya.