Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Nasional

Andil PKI dalam Upaya Pembebasan Papua Barat, DN Aidit Lontarkan Propaganda

Dalam wawancaranya, DN Aidit melayangkan gagasannya tentang memperjuangkan antikolonialisme dan penghapusan feodalisme.

Editor: Frandi Piring
Wikicommon
Petinggi PKI, Dipa Nusantara Aidit (DN Aidit) 

Dilihat kasat mata, Amerika memang lebih condong ke Belanda.

Ini terlihat dari sikap negara Superpower tersebut yang menyatakan abstain saat sidang Majelis Umum PBB soal Irian Barat.

Oktober 1957, sentimen anti Belanda di Tanah Air kian melebar menyusul gagalnya resolusi di forum internasional.

Perdana Menteri Djoeanda Kartawidjaja membuat keputusan untuk melancarkan kampanye pembebasan Irian Barat lewat komite aksi yang dibentuk di berbagai daerah.

Jakarta dan Yogyakarta pun bak lautan manusia.

Ratusan ribu pemuda berdemonstrasi di jalan.

Mereka menuntut pembebasan Irian Barat.

Demikian juga gerakan serupa di berbagai kota lainnya.

Aidit merespon positif Komite Aksi Pembebasan Irian Barat. PKI menyatakan dukungan sepenuhnya demi bebasnya Irian Barat dari cengekraman kolonialisme.

"Asia sekarang, adalah Asia bangsa-bangsa merdeka,

yang tidak akan membiarkan imperialis menginjak hak-hak rakyat Indonesia," ujarnya.

Awal 1960 adalah puncak gunung es.

Hubungan Belanda dengan Indonesia semakin panas, dan Presiden Soekarno memutuskan hubungan diplomatik.

Indonesia semakin mesra dengan Uni Soviet.

Peralatan tempur militer Indonesia dimodernisasi, dan mereka disiapkan untuk dikirim bertempur melawan pasukan Belanda di Irian Barat.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Papua
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved