Berita Bolsel
Warga Bolsel Keluhkan Ketersediaan BBM Bersubsidi
Masih banyak oknum yang menggunakan jirigen, padahal sudah ada larangan terkait pembelian BBM dengan menggunakan jirigen.
Penulis: Indra Wahyudi Lapa | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum di wilayah Kabupaten Bolmong Selatan sangat meresahkan para pengendara.
Pasalnya, masih banyak oknum yang menggunakan jirigen, padahal sudah ada larangan terkait pembelian BBM dengan menggunakan jirigen.
Antrian panjang ini membuat sejumlah warga Bolsel resah, padahal sudah ada larangan pembelian premium dengan menggunakan jerigen, namun ternyata tidak membuat oknum pelangsir BBM kehabisan akal membeli bbm di SPBU tersebut.
Salah satu warga, desa setempat Dhani mengatakan, sekarang modus yang digunakan para pelangsir BBM mulai beralih menggunakan kendaraan, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.
"Bahkan, sebagian besar kendaraan yang digunakan untuk membeli BBM jenis Premium tersebut, diduga Tangkinya sudah dimodifikasi, agar dapat membeli premium dengan jumlah besar namun harga tetap standar."
"Bahkan, ada juga yang membeli memakai jirigen, hal ini sangat disayangkan," kata Dani.
Selain itu, Dani juga menuturkan banyaknya antrian bukan untuk berpergian, melainkan membeli kemudian menjualnya kembali.
"Ada yang bolak balik pengendara yang sama untuk mengisi BBM, tujuannya bukan untuk berpergian, tapi untuk dijual kembali dan ini sangat meresahkan ketika berada di antrian," ujarnya.
Sementara itu, warga lainnya Stenli mengungkapkan, aksi pelansir BBM jenis premium ini menyebabkan masyarakat umum tak mendapat kesempatan membeli BBM jenis Premium.
"Saya juga pernah tidak mendapatkan kebagian BBM, karena lamanya antrian," ucap Stenli warga lain yang mengantri.
Dikatakannya lagi, bukan hanya bahan bakar jenis premium yang biasanya habis, bahan bakar jenis pertalite pun langsung habis.
Akibatnya banyak warga yang akan berpergian tidak mendapatkan bahan bakar.
"Sebelum BBM tersedia di SPBU, antrian kendaraan sudah menjalar hingga keluar SPBU."
"Dan paling banyak itu, para oknum yang membawa jirigen, roda empa dan dua. Dimana, tankinya telah dimodifikasi," tegas Stenli.
Stenli menambahkan, masyarakat umum yang ingin membeli Premium atau Pertalite terpaksa beralih membeli bahan bakar jenis Pertamax yang harganya lebih mahal dibandingkan yang lain.
"Gimana kita bisa beli BBM, sedangkan antrianya paling banyak itu para oknum yang membawa jirigen dan kendaraan yang tankinya telah dimodifikasi."
"Sehingga, premium atau Pertalite yang harganya terjangkau cepat habis."
"Mau tidak mau, terpaksa kami harus mengisi Pertamax yang harganya lebih mahal," tutupnya.
Terpisah, Kepala Organisasi Keadaan Darurat (OKD) SPBU CV Sederhana, Hermanto Paputungan mengatakan, berkaitan dengan antrian, untuk Premium Nozzle cuman satu, sudah numpuk disitu semua.
"Baik nelayan, petani, motor, mobil. Semua cuman disatu Nozzle, jelas lambat, jelas antrian panjang, pasti saling menunggu," ungkapnya.
Ia menyampaikan, Molibagu sekarang bukan seperti molibagu dahulu. Dahulu ia jual 8.000 liter sampai 2 hari baru habis.
"Sekarang paling cepat itu jam 5, jam 6 sudah habis, tapi harus registrasi dulu, kalau tidak, tidak keluar juga minyak nya," ujarnya.
"Jadi programnya begitu, kalau tidak keluar nosel nya maka tidak bisa berbuat apa apa," aku dia
Ia mengatakan, kemarin ada anggota dewan yang keberatan karena BBM habis, tidak kebagian, nah jangan hanya datang kesaya, selama ini apa yang diberikan Pemerintah Daerah ke kami.
"Bagaimana perlakuan Pemda kepada kami, bagaimana pengawasan Pemda, bagaimana juga bantuan Pemda kepada kami,"
"Saya berharap, bagaimana masyarakat Bolsel terbantu kebutuhannya, kuota kami terbatas, saya berharap bantuannya ada dari Pemda," tandasnya.
Tentang Bolsel
Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) adalah sebuah kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia dengan pusat pemerintahan berada di Molibagu.
Jarak dari Ibu Kota Provinsi Sulut, Kota Manado ke Ibu Kota Kabupaten Molibagu yakni 264,9 km atau 6 jam 22 menit perjalanan menggunakan kendaraan.
Kabupaten ini dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2008 yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Bolaang Mongondow.
Kabupaten ini berbasatan dengan Kabupaten Bolmong, Boltim, Bolmut dan Provinsi Gorontalo.
Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan terdiri dari 7 kecamatan dan 81 desa, dengan luas wilayah 1.615,86 km².
Saat ini Kabupaten Bolsel dipimpin Bupati Bolsel Iskandar Kamaru dan Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid.
• Habib Rizieq Tetap Divonis 4 Tahun, Terbukti Siarkan Berita Bohong, Pengacara Cium Muslihat Politik
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/warga-antri-bbm-di-spbu-desa-soguo-kecamatan-bolaang-uki-kabupaten-bolsel.jpg)