Afghanistan
Cerita Mayor Penerbang Mulyo Hadi, Jalankan Misi Menjemput WNI di Afghanistan
Inilah yang dirasakan seorang prajurit TNI yang ditugaskan menjemput warga negara Indonesia (WNI) di Afghanistan. Namanya Mayor Pnb Mulyo Hadi.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Inilah yang dirasakan seorang anggota TNI yang ditugaskan menjemput warga negara Indonesia (WNI) di Afghanistan.
Namanya Mayor Pnb Mulyo Hadi.
Dia adalah seorang penerbang Skadron Udara 17.
Baca juga: Update Info CPNS 2021, Jadwal dan Materi Tes SKD, TWK, TIU dan TKP
Baca juga: Kabar Terkini Vaksin di Indonesia, Akan Dibangun Pabrik Vaksin Sputnik V, Kerjasama dengan RDIF
Baca juga: Besok PPKM Akan Berakhir, Inilah Data Terkini Kasus Covid-19 di Indonesia
Penerbang Skadron Udara 17 Mayor Pnb Mulyo Hadi (Istimewa via Tribunnews.com)
Mayor Pnb Mulyo Hadi mengawaki pesawat TNI AU jenis Boeing 737-400.
Berikut cerita Mayor Pnb Mulyo Hadi yang tidak pernah menyangka memegang amanah besar.
Ia bersama seluruh kru menjalankan misi kemanusiaan menjemput Warga Negara Indonesia (WNI) di Afghanistan yang sedang mencekam.
"Perasaan saya campur aduk, di satu sisi saya senang dan bangga dikarenakan mendapat kepercayaan untuk mengemban tugas negara yang tentunya tidak sembarang orang bisa ditugaskan untuk menjalankan misi ini," cerita Mulyo Hadi kepada Tribun Network, Sabtu (28/8/2021).
Lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 2008 ini mengaku rasa kekhawatiran itu karena mengetahui kabar dari media bahwa kondisi di Bandara Hamid Karzai Kabul masih bergejolak.
Mulyo menuturkan istri sangat mendukung dirinya untuk terbang ke negara yang sedang dikuasai kelompok Taliban.
Skadron Udara 17 yang mengawaki pesawat TNI AU jenis Boeing 737-400 berhasil mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Afghanistan. (Istimewa via Tribunnews.com)
"Informasi saya terima Senin (16/8/2021) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Saya sedang berada di rumah. Istri dan anak-anak langsung mengetahuinya," tuturnya.
Ia mengatakan, istri langsung membantu menyiapkan perlengkapan serta memberi pengertian kepada tiga orang anak sebelum berangkat ke medan pertempuran.