Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penanganan Covid

Kabar Terkini Vaksin di Indonesia, Akan Dibangun Pabrik Vaksin Sputnik V, Kerjasama dengan RDIF

Info terbaru usaha penanganan covid 19 di Indonesia. Nantinya akan ada Pabrik Vaksin Sputnik V di Indonesia. 

Kolase Tribun Manado/Handhika Dawangi
Vaksin Covid-19 jenis Sputnik V. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Info terbaru usaha penanganan covid 19 di Indonesia

Nantinya akan ada pabrik Vaksin Sputnik V di Indonesia

Kerjasama pemerintah Indonesia dengan Russian Direct Investment Fund (RDIF).

Baca juga: Besok PPKM Akan Berakhir, Inilah Data Terkini Kasus Covid-19 di Indonesia

Baca juga: Bacaan Zikir Singkat, Subhanallahi Wabihamdihi, Keutamaannya Lebur Dosa Meski Seperti Buih Lautan

Baca juga: Cek Tanda-tanda Virus Corona Sudah Menyerang Tubuh, Ini yang Dirasakan

Ilustrasi Vaksin Virus Corona (Fresh Daily)

RDIF adalah pemegang lisensi vaksin COVID-19 Sputnik V asal Rusia

RDIF menyatakan kesiapannya bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia melalui Kemenristek RI untuk memproduksi vaksin Sputnik di Indonesia.

Fakta ini terungkap setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia mengeluarkan persetujuan penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/EUA) untuk vaksin COVID-19 Sputnik V nomor EUA2160200143A1 dan EUA2160200143A2 pada hari Selasa (24/08/2021) kemarin di Jakarta.

“BPOM memberikan Persetujuan Penggunaan Darurat (Emergency Use Authorization/EUA) untuk Sputnik V terbatas pada kondisi wabah pandemi untuk prevention of the newly discovered coronavirus infection (Covid-19) in adults over the age of 18, sesuai dengan hasil evaluasi terhadap data khasiat, keamanan dan mutu,” demikian bunyi keputusan BPOM yang ditanda tangani Kepala BPOM, Penny Lukito.

Penny Lukito mengungkapkan, efek samping paling umum yang dirasakan ketika disuntik vaksin Sputnik V adalah gejala menyerupai flu (a flu-like syndrome), yang ditandai dengan demam, menggigil, nyeri sendi (arthralgia), nyeri otot (myalgia), badan lemas (asthenia), ketidaknyamanan, sakit kepala, hipertermia, atau reaksi lokal pada lokasi injeksi.

“Sementara untuk efikasinya, data uji klinik fase 3 menunjukkan Vaksin COVID-19 Sputnik-V memberikan efikasi sebesar 91,6% (dengan rentang confidence interval 85,6% - 95,2%),” ungkap Penny Lukito.

Ilustrasi Vaksin (Lifestyle Kompas)

Baca juga: Baznas Kotamabagu Serahkan Bantuan ke Korban Kebakaran di Lorong Osion

Baca juga: HASIL Bayern Muenchen vs Hertha Berlin, Die Roten Menang Telak 5-0, Robert Lewandowski Hattrick

Baca juga: Prakiraan Cuaca Hari Ini Minggu 29 Agustus 2021, BMKG: Sejumlah Kota di Indonesia Akan Diguyur Hujan

Vaksin COVID-19 Sputnik-V merupakan vaksin yang dikembangkan oleh The Gamaleya National Center of Epidemiology and Microbiology di Russia yang menggunakan platform Non-Replicating Viral Vector (Ad26-S dan Ad5-S).

Vaksin ini didaftarkan oleh PT Pratapa Nirmala (Fahrenheit) sebagai pemegang EUA dan bertanggung jawab untuk penjaminan keamanan dan mutu vaksin ini di Indonesia. Atas keputusan BPOM tersebut, PT Pratapa Nirmala (Fahrenheit), menyambut dengan antusias atas keluarnya EUA vaksin Sputnik V.

"Kami sebagai perusahaan farmasi (Fahrenheit) yang telah diberikan kepercayaan oleh RDIF sebagai importir resmi, sangat berterima kasih atas dukungan BPOM dalam melakukan evaluasi terhadap vaksin Sputnik V,” tutur John selaku Direktur Marketing PT Pratapa Nirmala (Fahrenheit).

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved