Info Kesehatan
Vaksin Sputnik V dari Rusia Mulai Digunakan di Indonesia, Ini Penjelasan BPOM
BPOM Republik Indonesia pun telah mengeluarkan persetujuan penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/EUA) untuk vaksin COVID-19 Sputnik V
TRIBUNMANADO.CO.ID- Vaksin Sputnik V mulai digunakan di Indonesia, setelah mendapatkan izin dari BPOM.
Vaksin Covid 19 asal Rusia tersebut mendapatkan izin persetujuan penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/EUA).
Masuknya vaksin Sputnik di Indonesia, menambah daftar vaksin yang bisa digunakan menjadi tujuh.
Baca juga: BPOM Terbitkan Izin Penggunaan Darurat Vaksin Sputnik-V, Punya Efikasi hingga 91%
Warga Uni Emirat Arab antre untuk menjalani uji coba vaksin Sputnik V (arabnews.com)
Pemegang lisensi vaksin corona Sputnik V, Russian Direct Investment Fund (RDIF) sudah menyatakan kesiapannya bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia pun telah mengeluarkan persetujuan penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/EUA) untuk vaksin COVID-19 Sputnik V nomor EUA2160200143A1 dan EUA2160200143A2 pada hari Selasa (24/08/2021) kemarin di Jakarta.
Vaksin COVID-19 Sputnik-V merupakan vaksin yang dikembangkan oleh The Gamaleya National Center of Epidemiology and Microbiology di Russia yang menggunakan platform Non-Replicating Viral Vector (Ad26-S dan Ad5-S).
Vaksin ini didaftarkan oleh PT Pratapa Nirmala (Fahrenheit) sebagai pemegang EUA dan bertanggung jawab untuk penjaminan keamanan dan mutu vaksin ini di Indonesia.
Baca juga: Vaksin Sputnik V Rusia Sangat Murah, Harganya Tak Sampai Rp 284.000 untuk Dua Dosis
Foto Ilustrasi - Vaksin Sputnik V asal Rusia bakal masuk ke Indonesia. Foto seorang perawat menyuntikkan vaksin Sputnik V (Gam-COVID-Vac) di sebuah klinik di Moskow, Rusia pada 5 Desember 2020. (Kirill KUDRYAVTSEV / AFP)
“BPOM memberikan Persetujuan Penggunaan Darurat (Emergency Use Authorization/EUA) untuk Sputnik V terbatas pada kondisi wabah pandemi untuk prevention of the newly discovered coronavirus infection (Covid-19) in adults over the age of 18.
Sesuai dengan hasil evaluasi terhadap data khasiat, keamanan dan mutu,” demikian bunyi keputusan BPOM yang ditanda tangani Kepala BPOM, Penny Lukito seperti dilansir TribunJateng.com.
Penny Lukito mengungkapkan, efek samping paling umum yang dirasakan ketika disuntik vaksin Sputnik V adalah gejala menyerupai flu (a flu-like syndrome).
Yang ditandai dengan demam, menggigil, nyeri sendi (arthralgia), nyeri otot (myalgia), badan lemas (asthenia), ketidaknyamanan, sakit kepala, hipertermia, atau reaksi lokal pada lokasi injeksi.
Baca juga: Klaim Rusia Terkait Vaksin Sputnik V: 92 Persen Efektif Lindungi Manusia dari Covid-19
VAKSINASI CORONA DI KEPRI - Vaksinasi corona di UPT Pukesmas Balai, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri beberapa waktu lalu. (TribunBatam.id/Yeni Hartati)
“Sementara untuk efikasinya, data uji klinik fase 3 menunjukkan Vaksin COVID-19 Sputnik-V memberikan efikasi sebesar 91,6% (dengan rentang confidence interval 85,6% - 95,2%),” ungkap Penny Lukito.