Konflik di Afghanistan
Teror Bom Bunuh Diri Terjadi di Afghanistan, Padahal Baru 11 Hari Dipimpin Taliban, Pelakunya ISIS
Afghanistan yang baru dikuasai Taliban kini mendapat teror, diketahui terjadi bom bunuh diri di luar bandara Kabul pada Kamis 26 Agustus 2021.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Afghanistan yang baru dikuasai Taliban kini mendapat teror.
Diketahui terjadi bom bunuh diri di luar bandara Kabul pada Kamis 26 Agustus 2021.
Hal ini tentunya menjadi perhatian dikarenakan Taliban baru 11 hari kuasai Afghanistan.
Baca juga: Sosok Yahya Waloni, Penceramah yang Pernah Jadi Dosen Kini Ditangkap Polisi, Kasus Ujaran Kebencian
Baca juga: Presiden PSG Beri Jawaban Terbaru soal Kylian Mbappe Gabung Real Madrid
Baca juga: Dilapor 76 Relawan, Yahya Waloni Ditangkap dengan Tudingan Penistaan Agama
Baru 11 hari Taliban berkuasa di Afghanistan, bom bunuh diri meledak di kerumunan warga di luar Bandara Kabul, Kamis 26 Agustus 2021.
Militer AS mengkonfirmasi ledakan besar terjadi di luar Bandara Kabul Afghanistan saat ribuan warga Afghanistan berebut meminta dievakuasi militer Amerika dan sekutunya.
“Kami dapat mengkonfirmasi ledakan di luar bandara Kabul. Korban jiwa tidak jelas saat ini. Kami akan memberikan rincian tambahan ketika kami bisa,” kata Juru Bicara Pentagon John Kirby melalui akun twitternya.
Setelah ledakan bom pertama, disusul ledakan kedua yang juga sudah dikonfirmasi pihak Amerika.
“Kami juga dapat mengkonfirmasi setidaknya satu ledakan lain di atau dekat Baron Hotel, tidak jauh dari Abbey Gate. Kami akan terus memperbarui," tulis John Kirby.
Belum diketahui apakah pelaku bom bunuh diri ini berasal dari saingan Taliban, kelompok teroris IS-Khorasan atau ISIS Khorasan atau ISIS-K.
Kelompok teroris IS-Khorasan atau ISIS Khorasan atau ISIS-K adalah musuh bebuyutan Taliban dan sebelumnya sudah menebar ancaman pada Taliban.
Seorang pejabat Taliban mengatakan kepada Al Jazeera bahwa setidaknya 11 orang tewas dalam ledakan di luar bandara Kabul.
Informasi lain menyebut korban jiwa ada 13 orang termasuk anak-anak.
Disebutkan tiga tentara Amerika mengalami luka dalam ledakan bom bunuh diri ini.
Koresponden Al Jazeera Rob Mc Bride melaporkan ledakan bom ini merupakan serangan bom bunuh diri menarget warga Afghanistan yang berkerumum di Bandara Kabul.
"Kami memahami itu dikonfirmasi sebagai bom bunuh diri di dekat salah satu gerbang - di mana banyak orang mencoba naik ke penerbangan," tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/milisi-taliban-menukarnya-kalashnikov-ak-47-rusia.jpg)