Breaking News:

Pilpres 2024

Jika Jadi Kenyataan Duet Jokowi-Prabowo, Pasangan SBY-JK Berpotensi Juga Ikut Pilpres 2024

Terkait hal tersebut pasangan SBY dan Jusuf Kalla pun potensi maju Pilpres 2024 jika itu jadi kenyataan.

Editor: Glendi Manengal
Tribunnews.com/Irwan Rismawan
Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo Subianto 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terkait perubahan amandemen UUD 1945 tentang masa jabatan Presiden. 

Diketahui duet Jokowi-Prabowo digadang-gadang bakal maju di pemilu presiden 2024.

Terkait hal tersebut pasangan SBY dan Jusuf Kalla pun potensi maju Pilpres 2024 jika itu jadi kenyataan.

Baca juga: Ada Pejabat Diduga Sudah Vaksin Tahap 3, IDI: Sementara Masyarakat Antri Berjam-jam Dosis Pertama

Baca juga: Blusukan di Pasar Ulu Sitaro, Bupati Evangelian Sasingen Borong Dagangan Penjual Ikan

Baca juga: Pantas Zahra Dikeluarkan dari JKT48, Ternyata Sudah Lakukan Pelanggaran Ini

Menhan Prabowo Subianto dan Presiden Jokowi. (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Usai pertemuan para petinggi partai Gerindra dan PDI Perjuangan di Diponegoro, Jakarta Pusat memperkuat sinyalemen duet Jokowi-Prabowo bakal terjadi di pemilu presiden tahun 2024 mendatang. Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani melihat apabila duet tersebut benar-benar terjadi bukan tidak mungkin SBY dan Jusuf Kalla (JK) akan kembali maju bertarung lagi di pilpres 2024.

Menurutnya kegaduhan juga bisa terjadi jika duet itu terwujud. Sebab perubahan amandemen UUD 1945 harus dilakukan terlebih dahulu.

"Ini merupakan spekulasi inkonstitusional. Kenapa? Karena Pak Jokowi sudah dua periode menjadi Presiden RI. Tentu jika nanti dicapreskan kembali berarti itu harus terlebih dahulu mengamandemen UUD 1945. Itu bukan pekerjaan mudah, karena akan menimbulkan kegaduhan yang luar biasa," kata Arsul, Rabu(25/8/2021).

"Apalagi nanti jika Pak SBY didorong maju jadi capres lagi, terus Pak JK juga didorong maju jadi cawapres lagi. Saya kira mayoritas warga bangsa ini tidak ingin itu terjadi, karena akan berpotensi menimbulkan perpecahan sosial, meski elit politiknya bisa sepakat," tambah Arsul.

Pertemuan tersebut, kata Arsul, jangan dispekulasikan sebagai persiapan Pemilu 2024. Sebab sesungguhnya antar parpol, terutama yang berada di koalisi pemerintahan, memang sering bertemu atau berkomunikasi satu sama lain.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved