Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Nasional

Pantas Pria Ini Dipukuli Beberapa Oknum Anggota TNI, Ternyata Sudah Lakukan Ini Terhadap Dandim

Hal itu penyebab prajurit TNI ramai-ramai menghajar warga yang memukul kepala komandan Kodim tersebut.

Editor: Alpen Martinus
Ist/Tribun Pekanbaru
Sebuah video yang memperlihatkan beberapa orang prajurit TNI melakukan kekerasan terhadap seorang warga di Bali, viral di media sosial. 

TRIBUNMANADO.CO.ID- Belum lama ini viral sebuah video yang memperlihatkan beberapa oknum TNI melakukan kekerasan terhadap warga, di Buleleng.

Hal tersebut, sontak mendapatkan tanggapan beragam dari warganet.

Ternyata, mereka melakukannya bukan tanpa alasan, hanya melakukan pembelaan saja.

Baca juga: TNI AU Pastikan Pria yang Dianiaya Warga di Garut Adalah Perwira Aktif

Kepala Letkol Inf Muhammad Windra Lisrianto dipukul oleh seorang warga saat sedang bertugas melakukan tracing.

Hal itu penyebab prajurit TNI ramai-ramai menghajar warga yang memukul kepala komandan Kodim tersebut.

Sebuah video yang memperlihatkan beberapa orang prajurit TNI melakukan kekerasan terhadap seorang warga di Bali, viral di media sosial.

Belakangan, kejadian tersebut diketahui terjadi di Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali.

Baca juga: Masih Ingat Haidir Anam? Kuli Bangunan Jadi TNI, Nasibnya Berubah Berkat Jenderal Andika Perkasa

Dandim 1609/Buleleng, Letkol Inf Muhammad Windra Lisrianto membenarkan adanya video tersebut.

Namun, dia menyebutkan, apa yang terjadi dalam video itu adalah bentuk pembelaan anggotanya.

"Kepala saya dipukul dari arah belakang oleh salah satu warga disana.

Melihat saya selaku komandan Kodim dipukul, anggota saya yang sedang melakukan tugas langsung bereaksi. Akhirnya dipukul lah orang itu," kata Windra saat dihubungi Kompas.com, Senin (23/8/2021).

Baca juga: Luar Biasa! Kehebatan Satbravo-90 Paskhas, Pasukan Elite TNI AU yang Evakuasi WNI di Afghanistan

Awal mula kejadian, bermula tracing Menurut Windra, kejadian itu bermula saat pihaknya bersama tim gabungan dari Satgas Kabupaten Buleleng yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, Dinas Kesehatan sedang melakukan tracing dengan menggelar swab test antigen di desa tersebut, Senin (23/8/2021).

Hal itu dilakukan setelah sebelumnya dilaporkan terdapat 27 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan dua orang diketahui meninggal dunia.

Sebelum terjadi aksi pemukulan, tim gabungan sudah berhasil melakukan tracing kepada 104 orang dari sekitar 500 sasaran.

"Dari 104 yang kami testing, kami mendapatkan 4 orang yang terkonfirmasi positif, dan langsung kami tindak lanjut dengan memanggil keluarganya tracing, kemudian mengantarkan mereka ke isoter Kabupaten Buleleng," kata dia.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved