Pelangi Sulawesi
KTT G20 Tahun Depan Momen Kenalkan Likupang Cs ke Negara Maju Dunia
Kegiatan Webinar Pelangi Sulawesi, Bangga Buatan Indonesia yang diselenggarakan oleh Tribunnews bekerjasama dengan Kementerian Perdagangan RI.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Dwidyawati Esther Mopeng, Traveller dan Influencer asal Sulawesi Utara tampil dalam kegiatan Webinar Pelangi Sulawesi, Bangga Buatan Indonesia, Senin (23/8/2021).
Webinar ini diselenggarakan oleh Tribunnews bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.
Dwidyawati Esther Mopeng sepanggung dengan Mendag Muhammad Lutfi, Odo RM Manuhutu dari Kemaritiman, Arbonas Hutabarat dari BI Sulut, Elmonts Coffe dari Tomohon dan Oke Nurwan Dirjen PDN.
Tampil sebagai host Febby Mahendra Putra News Director Tribun Nerwork.
Mopeng membeber pengalamannya melakukan travelling keliling Indonesia.
Ia tertarik melakukan travelling untuk melihat keindahan Indonesia.
"Sejak lulus studi S1 pada 2015 saya langsung keliling Indonesia. Dan Indonesia memang indah," kata dia.
Sudah indah alamnya, masyarakatnya juga ramah. Itulah kekuatan pariwisata Indonesia di mata Mopeng.
Ia pernah beroleh pengalaman menarik soal keramahan warga Indonesia.
"Waktu saya ke taman nasional tanjung puting, saya diberi tumpangan oleh seorang guru. Rumahnya berada tepat di samping objek wisata yang saya tuju," katanya.
Mengenai objek wisata di Sulawesi dan khususnya Sulut, menurut dia, punya kekhasan pada pantai.
Sementara wilayah Jawa kekuatannya adalah gunung.
Dia menilai pariwisata di Sulut bakal maju pesat dengan dijadikannya Likupang sebagai Destinasi Super Prioritas.
Mopeng membeber, pelaksanaan G20 tahun depan di Indonesia harus dimanfaatkan pemerintah Indonesia untuk mengenalkan objek wisata di Indonesia termasuk Likupang seluas luasnya kepada Uni Eropa dan Amerika.
"Ini kesempatan besar," ujar dia.
Satu hal yang jadi kerinduan Mopeng adalah mempelajari bahasa daerah.
Dengan jujur ia mengaku tidak tahu berbahasa Tonsea.
"Padahal saya asal Tonsea. Saya dengar di Minut akan segera diberlakukan mulok pendidikan bahasa Tonsea," katanya.
Penguasaan bahasa daerah ditambah penguasaan bahasa asing akan membuat generasi muda punya keseimbangan dalam menjalani budaya dan melakoni kemajuan.
"Jangan budaya kita tergerus," ujarnya.
Dari amatannya, infrastruktur di objek wisata mulai dibangun.
Contoh jalan tol di Sulut. Yang harus diperbaiki kata dia adalah masalah klasik.
"Saya setuju jika dibilang masalahnya sampah dan kebersihan," kata dia. (Art)
• Umat Klenteng Seng Bo Kiong Bitung Berdoa Agar Covid 19 Segera Selesai
• Info Cuaca dari BMKG, Berlaku Selasa 24 Agustus 2021, Berikut Daftar Daerah Potensi Cuaca Ekstrem
• Bacaan Alkitab Wahyu 16: 1-21 Ketujuh Malapetaka: Semua Pulau Hilang, Hujan Es Seberat Ratus Ton