Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Cerita Alkitab

Kisah Stefanus, Diaken Gereja yang Rela Mati Dirajam dengan Batu, Martir Perdana Agama Kristen

Stefanus adalah seorang diaken Gereja Perdana di Yerusalem yang dakwahnya mengobarkan kebencian berbagai golongan jemaat Yahudi.

Penulis: Rhendi Umar | Editor: Rhendi Umar
Foto istimewa
Kisah Stefanus, Diaken Gereja yang Rela Mati Dirajam dengan Batu 

Stefanus berlutut, seperti yang dapat kaulihat, dan ia berdoa kepada Allah

Bila ada yang berbuat jahat kepadamu, apakah kau berusaha membalasnya? Bukan demikian yang dilakukan oleh Stefanus atau Yesus. Mereka baik hati bahkan kepada orang-orang yang kejam terhadap mereka.

Marilah kita berusaha meniru teladan mereka.

Orang-orang yang mula-mula merajam menanggalkan jubah luar mereka agar lebih leluasa merajam, dan menitipkan jubah-jubah mereka pada seorang "pemuda bernama Saulus" yang di kemudian hari dikenal sebagai Rasul Paulus.

Setelah berdoa memohon Tuhan menerima rohnya dan mengampuni para pembunuhnya, Stefanus roboh bertekuk lutut dan akhirnya "terlelap" untuk selama-lamanya (Kis 7:58–60).

Saulus, yang menyaksikan aksi perajaman selaku wakil dari Sanhedrin yang dikendalikan pemerintah Romawi, "juga setuju Stefanus mati dibunuh" (Kis 8:1).

SUBSCRIBE YOUTUBEE TRIBUNMANADO OFFICIAL:

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved