Cerita Alkitab
Kisah Stefanus, Diaken Gereja yang Rela Mati Dirajam dengan Batu, Martir Perdana Agama Kristen
Stefanus adalah seorang diaken Gereja Perdana di Yerusalem yang dakwahnya mengobarkan kebencian berbagai golongan jemaat Yahudi.
Penulis: Rhendi Umar | Editor: Rhendi Umar
TRIBUNMANADO.CO.ID - Di dalam Alkitab diceritakan sosok bernama Stefanus.
Dia dihormati oleh umat Kristen sebagai protomartir atau martir perdana agama Kristen.
Menurut riwayat Kisah Para Rasul, Stefanus adalah seorang diaken Gereja Perdana di Yerusalem yang dakwahnya mengobarkan kebencian berbagai golongan jemaat Yahudi.
Ketika dihadapkan ke mahkamah agama dengan dakwaan penistaan agama, ia malah berkhotbah mengecam sidang majelis ulama Yahudi yang mengadilinya, dan akhirnya dihukum rajam.
Gugurnya Stefanus sebagai martir disaksikan sendiri oleh Saulus dari Tarsus, seorang alim Yahudi dari mazhab Farisi yang di kemudian hari menjadi pengikut Yesus dan dikenal dengan nama Rasul Paulus.
Allah telah membantu Stefanus melakukan mujizat-mujizat yang menakjubkan.
Orang-orang ini tidak menyukai hal itu, dan karena itu mereka mencoba bertengkar dengan dia tentang kebenaran yang dia ajarkan kepada orang banyak.
Tapi Allah memberi hikmat yang luar biasa kepada Stefanus, dan Stefanus membuktikan bahwa orang-orang ini telah mengajarkan perkara-perkara yang palsu.
Akibatnya mereka menjadi makin marah. Maka mereka menangkapnya, dan memanggil orang-orang lain untuk mengucapkan dusta tentang Stefanus.
Imam besar bertanya kepada Stefanus: ’Benarkah demikian?’ Stefanus menjawab dengan memberikan khotbah yang bagus dari Alkitab. Pada penutupnya, ia menceritakan bagaimana orang-orang jahat membenci nabi-nabi di masa lampau.
Lalu ia berkata: ’Kamu sama seperti orang-orang itu. Kamu membunuh Yesus hamba Allah, dan kamu tidak mentaati hukum-hukum Allah.’
Pemimpin-pemimpin agama ini sangat marah! Mereka menggertakkan gigi karena marah.
Tapi kemudian Stefanus mengangkat kepalanya, dan berkata: ’Lihat! Aku melihat Yesus berdiri di sebelah kanan Allah di surga.’ Mendengar ini, orang-orang itu menutup telinga dengan tangan dan mengejar Stefanus. Mereka menangkapnya dan menyeretnya ke luar kota itu.
Di situ mereka menanggalkan baju luar mereka dan menyerahkannya kepada pemuda Saul untuk dijaga.
Apakah kau melihat Saul? Kemudian beberapa dari orang-orang itu mulai melempari Stefanus dengan batu.