Pahlawan Asal Sulut
Sosok Adolf Gustaaf Lembong, Pernah Pimpin Skuadran 270 hingga Punya Jabatan Mentereng di TNI
Catatan yang dihimpun Tribun Manado dari sejumlah sumber menyebut, Lembong awalnya opsir muda KNIL yang bertugas sebagai operator radio.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Sosok Adolf Gustaaf Lembong adalah perwira militer Indonesia.
Ia adalah perwira militer Indonesia yang pernah terlibat dalam perang gerilya di Filipina melawan Jepang pada waktu Perang Dunia II dan kemudian dalam Perang Kemerdekaan Indonesia.
Adolf Lembong meninggal dalam Peristiwa Kudeta Angkatan Perang Ratu Adil di Bandung pada 23 Januari 1950.
Ia juga sempat dipercaya memimpin skuadran 270 hingga punya jabatan mentereng di TNI.
Lembong lahir di Ongkaw, Sinon Sayang, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, 19 Oktober 1910.
Ia meninggal di Bandung, Jawa Barat, 23 Januari 1950 pada umur 39 tahun.
Baca juga: Perlu Tahu Dampak Tak Baik Tidur Larut Malam, Bisa Memicu Penyakit Berbahaya
Baca juga: Menhan Prabowo Tawarkan Dana ke Presiden Jokowi, Diterima tapi Ditunda, Pak Bowo Langsung Diperintah
Filipina, 7 Januari 1945, sebuah konvoi berisi puluhan tentara Jepang diadang oleh sekelompok gerilyawan.
Tembak menembak terjadi.
Tentara Jepang waktu itu adalah tentara terbaik dunia dengan reputasi menakutkan, sebagai penakluk tentara Amerika dan Inggris, dua negara super power militer, dalam sejumlah medan tempur di pasifik.
Namun hari itu mereka kehilangan sengat.
Tentara yang pernah mempermalukan Jenderal Douglas Mc Arthur, Komandan Tertinggi Sekutu di medan perang pacific ini, roboh satu persatu bagai ayam dalam pembantaian.
Sebanyak 27 tentara Jepang tumpas.
Hebatnya lawannya tak kehilangan satu prajurit pun.
Ini bukan adegan film hollywood tapi benar benar kisah nyata.
Kaum gerilyawan penumpas tentara Jepang itu punya latar belakang unik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/adolf-gustaaf-lembong-tengah.jpg)