Sains
Melacak Nenek Moyang Orang Indonesia, Migrasi dari Tiongkok Selatan yang Membawa Budaya Austronesia
Genetika manusia Indonesia terbentuk melalui empat gelombang migrasi. Apa saja gelombang migrasi tersebut? Berikut ulasannya.
"Untuk mempelajari [genealogi] manusia Indonesia, kita pakai tiga-tiganya," lanjutnya.
Dari penelitian terhadap kromosom Y dan DNA mitokondria, ditarik sebuah kesimpulan bahwa manusia atau Homo sapiens berasal dari Afrika.
Dari sana, mereka kemudian bermigrasi ke Jazirah Arab, dan berpencar ke Eropa dan Asia.
Adapun genetika manusia Indonesia terbentuk melalui empat gelombang migrasi.
Gelombang pertama berasal dari Afrika pada 60.000 tahun yang lalu. Mereka masuk ke Indonesia melalui India sebelum naiknya permukaan laut.
Kemudian gelombang kedua berasal dari Asia sekitar 10.000-30.000 tahun yang lalu.
"Mereka membawa bahasa Austroasiatik dan datang dari Tiongkok Selatan atau dataran tinggi Vietnam," ungkap Hera.
Sementara gelombang ketiga masih berasal dari Tiongkok, yang melalui rute Formosa (Taiwan) dan Filipina sebelum mencapai Indonesia.
Mereka datang sekitar 5.000-6.000 tahun yang lalu, dan membawa bahasa Austronesia.
Gelombang terakhir adalah gelombang migrasi zaman modern. Mereka meliputi para pedagang dari India dan Arab serta membawa agama Hindu, Buddha, dan Islam yang kita kenal sekarang.
"Kita juga tidak boleh melupakan perdagangan rempah, di mana orang-orang Eropa turut datang ke Indonesia," ujar Hera.
Penelitian ini tentunya merupakan terobosan penting dalam melihat masa lalu manusia, dan membungkam semua narasi rasisme yang ada.
Lantas selain untuk melihat masa lalu, apa yang menjadi manfaat penelitian ini?
"Di masa depan, ada yang namanya kedokteran presisi," jelas Hera.
Ia mengungkap, bahwa sebuah penyakit dapat dipengaruhi oleh gen dari tubuh kita.