Internasional
Inggris Sumbang 100 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca ke Seluruh Dunia, Indonesia Dapat Jatah
Inggris berjanji memberikan sumbangan jutaan dosis AstraZeneca dalam pertemuan puncak G7 di Cornwall bulan Juni lalu
TRIBUNMANADO.CO.ID - Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab hari Rabu (28/7/2021) mengatakan Inggris akan memulai distribusi sumbangan vaksin virus corona ke seluruh dunia.
Bantuan vaksin ini adalah bagian dari janji pemerintah di London untuk menyumbangkan 100 juta dosis di seluruh dunia.
Dominic Raab mengungkapkan, negara-negara Commonwealth seperti Kenya dan Jamaika akan menjadi negara pertama yang mendapat pengiriman tahap awal dari seluruhnya sembilan juta dosis.
Selanjutnya dia mengatakan "tempat-tempat yang rentan seperti Laos dan Kamboja, dan mitra seperti Indonesia, Malaysia," juga akan dikirimi vaksin AstraZeneca.
Raab mengatakan dia berharap seluruh dunia akan bisa divaksinasi secara memadai pada tahun 2022.
Dominic Raab mengatakan, komitmen Inggris untuk mendistribusikan 100 juta dosis vaksin corona menunjukkan tekad "Inggris sebagai kekuatan penyelamat hidup untuk kebaikan di dunia."
"Ini menunjukkan kami tidak hanya melakukannya karena kepentingan kita sendiri," tambahnya.
Sumbangan AstraZeneca disepakati dalam KTT G7
Inggris berjanji memberikan sumbangan jutaan dosis AstraZeneca dalam pertemuan puncak G7 di Cornwall bulan Juni lalu.
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson juga bertemu dengan Presiden Kenya Uhuru Kenyatta yang sedang melakukan kunjungan resmi ke negara itu di London.
Dalam pertemuan mereka, Boris Johnson mengumumkan akan mengirimkan 817.000 dosis vaksin AstraZeneca ke Kenya minggu ini.
Menlu Inggris Dominic Raab mengatakan, meninjau situasi saat ini, "dunia baru akan divaksinasi secara memadai pada 2024".
Dengan sumbangan 100 juta dosis vaksin, Inggris berhadap proses itu bisa dipercepat "hingga ke pertengahan tahun depan."
Inggris akan membagikan 20 persen dari total sumbangan vaksinnya secara langsung, dan 80 persen akan disumbangkan di bawah skema global COVAX.
Pembagian lima juta dosis pertama akan dikirimkan melalui COVAX, dan empat juta langsung oleh Inggris ke "negara-negara termiskin dan paling rentan di seluruh dunia," kata Dominic Raab.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/vaksin-astrazeneca.jpg)