Berita Manado

Penghasilan Merosot di Masa Pandemi, Sopir Angkot Manado Mengeluh, Mohon Bantuan Pemerintah

Ketika ditemui tribunmanado.co.id di terminal para sopir sedang duduk-duduk dan angkutan umum semua sedang diparkir.

Penulis: Fistel Mukuan | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Fistel Mukuan
Para sopir yang ada di terminal Paal Dua Manado mengeluh. Semenjak adanya penerapan PPKM di Manado, penghasilan mereka menurun drastis. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Penerapan PPKM Mikro di kota Manado, dan Sulawesi Utara pada umumnya, membuat sebagian besar orang harus kerja dari rumah atau WFH.

Hal itu ternyata berdampak bagi para sopir angkot yang ada di termilan Paal Dua kota Manado.

Ketika ditemui tribunmanado.co.id di terminal para sopir sedang duduk-duduk dan angkutan umum semua sedang diparkir.

Jafar salah seorang perwakilan dari para sopir yang ada di terminal Paal Dua Manado menuturkan, semenjak adanya penerapan PPKM di Manado, penghasilan mereka menurun drastis.

"Kami menuggu di terminal ini maupun kami jalan-jalan sama sekali sepi penumpangnya," kata Jafar Selasa (27/7/2021).

Jafar harapkan, kalau boleh ada perhatian dari pemerintah, agar supaya mereka sebagai sopir angkot boleh diperhatikan dan mendapat bantuan.

"Jadi yang kami harapkan sekarang adalah perhatian pemerintah, mohon agar ada bantuan kiranya berupa beras atau uang kami sangat bersyukur," tambahnya.

Karena baginya, ini bicara perut bagaimana dengan keluarga para sopir jika penghasilannya sangat sedikit.

Ahmad juga mengaku sebagai sopir angkot berharap agar ada perhatian dari pemerintah, karena pencarian sekarang  agak kesulitan.

"Mohon pemerintah, agar carikan kami solusi, karena ditengah pandemi ini sangat sulit bagi kami para sopir untuk menghasilkan uang dan menafkahi keluarga," ucap Ahmad.

Ahmad menuturkan, usaha yang mereka lalukan untuk menafkahi keluarga di rumah dan sekarang memang sangat sulit.

"Sekarang saja penghasilan kami tidak mencukupi, bawa pulang uang Rp 10 ribu saja susah," katanya.

Lanjutnya, istri di rumah tahu mereka para sopir keluar untuk mencari nafkah, tapi kalau pulang tidak membawa uang bagaimana, jadi masalah lagi di rumah dengan keluarga.

"Ini aspirasi kami sebagai supir angkot agar pemerintah mau memberikan kami perhatian sedikit saja," harapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved