Breaking News:

Penanganan Covid

4 Langkah Maurits Mantiri dan Hengky Honandar Tekan Kasus Covid 19 di Bitung

Menyikapi perkembangan status covid-19 di kota Bitung berlangsung rapat koordinasi satgas covid 19 kota Bitung secara Virtual.

Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Christian Wayongkere
Wali Kota Bitung Maurits Mantiri dan Wakil Wali Kota Bitung Hengky Honandar saat mengkuti Ruang Sepakat wadah interaksi dengan masyarakat lewat digital. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Pemerintah Kota Bitung langsung bergerak pasca menyandang status zona merah Covid-19.

Ada empat langkah yang akan diambil pemerintah Kota Bitung yang digawangi Wali Kota Maurits Mantiri dan Wakil Wali Kota Hengky Honandar dibantu jajarannya untuk menekan laju angka kasus covid-19 di Bitung.

"Pertama melakukan sweping protokol kesehatan dan pemeriksaan melalui rapid antigen di tempat-tempat yang berpotensi. Berkoordinasi dengan pihak otoritas pelabuhan untuk tidak mengijinkan para ABK kapal yang berasal dari luar Sulut untuk turun ke darat, melakukan test antigen bagi seluruh pemumpang kapal yang masuk ke Bitung dan polres bitung mempersiapkan 90 personil untuk membackup pemkot dalam pelaksanaan operasi yustisi prokes," jelas Maurits Mantiri didampingi Hengky Honandar saat memberi keterangan lewat Zoom Meething Jumat (23/7/2021).

Sehari sebelumnya,  menyikapi perkembangan status covid-19 di kota Bitung berlangsung rapat koordinasi satgas covid 19 kota Bitung secara Virtual.

Dalam kesempatan tersebut Wali Kota dengan tegas memerintahkan kepada sekda dan satgas covid-19 untuk benar-benar fokus dalam pelaksanaan PPKM mikro saat ini.

"Kita harus pastikan dulu metode apa yang akan kita pakai dalam proses penanganan pada zona merah ini, untuk mengetahui metodenya maka diperlukan data yang valid mulai dari RT, karena PPKM ini kan fokusnya di RT, sosialisasikan apa itu artinya zona merah kepada masyarakat dan diikuti dengan pelaksanaan PPKM yang tegas dan tidak ada tawar menawar lagi namun harus tetap humanis," kata Maurits Mantiri.

Maurits menegaskan, wilayah yang melakukan PPKM harus jelas dengan spanduk dan palang juga posko yang dilengkapi dengan petugas berseragam (satgas, babinsa, babinkamtibmas).

"Agar masyarakat tahu bahwa mereka berada dalam zona merah," ujarnya.

Maurits Mantiri terus ingatkan data update perkembangan itu menjadi kunci bagaimana kita harus mengambil langkah sehingga jelas mana hulu dan mana hilir.

Para camat dan lurah di minta setiap hari memantau terus perkembangan di lapangan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved