Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kasus Covid

Apa Itu Terapi Plasma Konvalesen? yang Kini Banyak Diterapkan ke Pasien Covid-19, Ini Penjelasannya

Seperti yang diketahui kasus Covid-19 setiap harinya melonjak hingga mencapai puluhan ribu.

Editor: Glendi Manengal
SCMP/Xinhua
Ilustrasi tenaga medis menangani pasien COVID-19. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Saat ini indonesia tengah dilanda kasus Covid-19.

Seperti yang diketahui kasus Covid-19 setiap harinya melonjak hingga mencapai puluhan ribu.

Terkait hal tersebut pemerintah pun menerapkan aturan baru atau PPKM darurat, dan ada juga terapi untuk Covid-19 yang kini beredar di masyarakat.

Baca juga: Kisah Timothy Dexter, Orang Miskin Putus Sekolah yang Jadi Kaya Raya Justru karena Sering Dijatuhkan

Baca juga: Bocoran Sinetron Ikatan Cinta Minggu 18 Juli 2021: Roy Sempat Menjodohkan Catherine dengan Aldebaran

Baca juga: Promo KFC Hari Ini, Rp 68 Ribu Dapat 5 Ayam dan 3 Nasi, Berlaku hingga Akhir Bulan Juli

Di tengah melonjaknya kasus Covid-19 permintaan Terapi Plasma Konvalesen (TPK) juga turut meningkat.

Ahli Terapi Plasma Konvalesen (TPK) Dr dr Theresia Monica Rahardjo SpAn KIC MSi mengatakan, banyak informasi keliru mengenai terapi plasma konvaesen yang beredar du masyarakat.

Dia menjelaskan, keberhasilan penerapan terapi tambahan Covid-19 ini dipengaruhi oleh tiga faktor.

Yakni dosis yang benar, kadar antibodi, dan pemberian plasma diwaktu yang tepat. Hal itu disampaikan dr Monica dalam perbincangannya bersama Tribun Network, Jumat (16/7/2021).

"(Pemahaman tentang terapi plasma konvalesen sering salah juga. Ada salah pemahaman di masyarakat kita, teman sejawat dokter misalnya kalau sudah kritis baru dikasih plasma, ya enggak begitu," ujarnya.

Ia memaparkan, terapi plasma konvalesen atau TPK merupakan teknik memindahkan antibodi dari dalam plasma penyintas Covid-19 kepada pasien Covid-19 yang masih sakit.

Intinya booster antibodi atau antibodi instan yang dimasukan ke dalam tubuh pasien yang sakit sehingga pasien memiliki antibodi tambahan untuk membasmi virus.

Diharapkan, melalui terapi sederhana, spesifik, terjangkau, serta memiliki banyak sumber daya manusia ini, seorang pasien bergejala sedang hingga kritis dapat tertolong.

Berikut petikan wawancara Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra dan Manager Pemberitaan Tribun Network Rachmat Hidayat dengan dr Theresia Monica Rahardjo SpAn KIC MSi tentang terapi plasma konvalesen:

Bagaimana Anda melihat situasi pandemi Covid-19 saat ini?

Saat ini tepat sekali bagi kita menerapkannya. Waspada boleh, panik jangan, cuek juga jangan. Karena saat ini kita memasuki gelombang kedua. Umumnya lebih besar dari gelombang pertama dan bisa lebih lama.

Kita sekarang ini bukan hanya bilang pemerintah harus begini, harus begitu. Kebijakan pemerintah harus diikuti oleh masyarakatnya. Yang saya imbau cukup sederhana, prokes. Pakai masker yang benar.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved