Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Bitung

Kisah Rani, Tunawicara yang Ikut Vaksinasi Covid 19 di Monumen Trikora Bitung

Rani harus dibantu oleh sang ayah, saat berkomunikasi dengan petugas kesehatan yang melakukan screaning sebelum diberi suntikan vaksinasi Covid-19.

tribunmanado.co.id/Christian Wayongkere
Warga Kelurahan Batulubang Pulau Lembeh Bitung nampak antusias mengikuti serbuan Vaksinasi Covid 19 di Monumen Trikora Pulau Lembah 

Rani juga menggunakkan bahasa isyarat menggunakan jari jemarinya, saat tribunmanado.co.id menanyakan namanya.

Menurut Juan sapaan Syahban, laki-laki yang keseharian berprofesi menyewakan alat musik keyboard dan soun sistem, tunawicara dialami anak pertama dari dua bersaudara sejak masih kecil.

"Sejak lahir dia sudah seperti itu (tunawicara). Hingga usia 23 masih seperti itu, selama istri kami mengandung hingga Rani lahir tidak pernah jatuh atau ada kendala lainnya hingga di seperti ini," cerita Juan didampingi Rani saat sedang observasi pasca vaksin.

Hari itu, Juan dan anak perempuannya Rani ikut divaksin.

Lanjut Juan, Rani sangat antusias ingin divaksin agar bisa terjaga dari virus corona ketika dia beraktivitas di luar rumah.

Dalam berkomunikasi, Rani bisa mengerti apa yang disampaikan orang namun tidak bisa meresponsnya.

"Tak jarang untuk perlancar komunikasi, kami sebagai orang tua harus menulis di secarik kertas. Termasuk ketika akan divaksin di tulis ke kertas," ujar Juan sembari meminta penjelasan lagi dari Rani terkait antusiasnya divaksin.

Meski tunawicara, Rani sudah hidup berumah tangga dan dikarunia seorang anak.

Sebagai orang tua, pihaknya sudah dan terus melakukan berbagai upaya agar putrinya itu bisa sembuh.

Mulai dengan melakukan pemeriksaan ke dokter THT, dan saat diperiksa Rani normal-normal saja.

"Ya mungkin ini sudah takdir, takdir dari Tuhan untuk kami. Karena anak kedua kami normal tidak seperti kakaknya," tambahnya.

Meski berkekurangan, Rani ternyata memiliki keterampilan yakni suka menghias bunga, melukis dan masak.

Rani bahkan pernah menjadi juara 2 lomba bulutangkis tingkat SLB di Kota Manado.

Kini, Rani dan sang ayah Juan menaruh secerca harapan untuk pemerintah agar kiranya bisa diperhatikan.

"Sampai saat ini belum ada bantuan dari pemerintah, hanya waktu ikut kegiatan di Jakarta pemerintah beri uang saku. Kami berharap anak kami bisa diperhatikan, misalkan menjadi guru bantu di SLB yang ada di Bitung atau pulau Lembeh," tandasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved