Penanganan Covid
Pengamat Epidemiologi: Lemahnya Prokes Jadi Penyebab Melonjaknya Kasus Covid di Manado dan Tomohon
Vaksinasi ini memang menimbulkan kekebalan, tapi bukan berarti mencegah kita dari terpapar virus.
Penulis: Mejer Lumantow | Editor: Chintya Rantung
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Vaksinasi memang sedang giat dilaksanakan di Sulawesi Utara, Kota Manado bahkan melalui data yang ada sudah berada jauh dari rata-rata nasional dalam hal capaian vaksinasi atau lebih dari separu masyarakatnya sudah divaksinasi.
Vaksinasi memang ampuh untuk menciptakan herd immunity, namun prosesnya tidak instan terjadi pada saat vaksinasi dilakukan.
"Pembentukan antibody di dalam tubuh itu membutuhkan beberapa waktu untuk mencapai optimal," jelas Pengamat Epidemiologi Sulut Jonesius Manoppo kepada Tribun Manado.
Dirinya memaparkan, Vaksinasi ini memang menimbulkan kekebalan, tapi bukan berarti mencegah kita dari terpapar virus.
"Hal yang mengurangi potensi terpapar yaitu menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan. Kalau hal ini tidak dilakukan maka tetap akan terpapar, namun yang sudah di vaksin dan antibodinya sudah terbentuk maka akan sanggup melawan sehingga dinyatakan kebal," tegasnya Manoppo.
Menurut Manoppo, Kenaikan jumlah kasus di Manado dan Tomohon dan menyusul kota-kota yang lain dalam beberapa waktu kedepan diakibatkan oleh lemahnya penerapan protokol kesehatan.
"Sekali lagi, ini bisa saja dipengaruhi oleh perasaan aman karena dinyatakan sebagai zona hijau sehingga kita menjadi lebih bertoleransi terhadap pelanggaran prokes. Selain itu, masuknya varian baru yang lebih mudah menyebar membuat kecepatan penularan bertambah," bebernya.
Namun, kata Manoppo, Tingginya kesadaran masyarakat mengenai tanda awal gejala covid juga telah mendorong masyarakat untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan dan mendapatkan pertolongan sehingga bisa terdeteksi.
Selain itu, sistem tracing yang diaktifkan kembali memungkinkan untuk mencari kontak erat untuk di test.
"Bahayanya, karena banyaknya kegiatan berkumpul juga memberi sumbangsih pada penularan, kegiatan tersebut termasuk kegiatan vaksinasi, karena terbukti ada tim vaksinator yang terdeteksi terpapar covid.
Jadi perlu juga diperhatikan mengenai protokol kesehatan di tempat vaksinasi meskipun pelaksananya juga sudah divaksinasi," sebut Manoppo.
Kendati begitu, keadaan bertambahnya kasus termasuk hari ini yaitu 225 orang tidak membuktikan bahwa program vaksinasi itu gagal, tapi memberi pelajaran kepada kita walaupun sudah di vaksin, kita tetap perlu menjalankan protokol kesehatan dengan standar tinggi.
"Kalau perlu sampai minimal 70% populasi di vaksin dan kemudian semua yang di vaksin memperoleh kekebalan yang optimal. Semoga hal ini bisa dicapai di akhir Tahun 2021," tandas Manoppo. (Mjr)
Baca juga: PPKM Mikro Manado dan Tomohon Diperketat, Ini Pendapat Pengamat Sosial
Baca juga: Bupati Elly Lasut Keluarkan Surat Edaran Penanganan Covid-19, Pelaku Perjalanan Diumumkan di Toa
Baca juga: Ingatkan Masyarakat Soal PPKM, Gugus Tugas Sampaikan Edaran Wali Kota Tomohon Lewat Pengeras Suara
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pengamat-kesehatan-sulut-121212.jpg)