Penanganan Covid
Sekolah Tatap Muka Dibatalkan, SMA N 8 Manado Mengaku Kecewa
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) batal mengadakan pembelajaran tatap muka di 10 daerah.
Penulis: Isvara Savitri | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Seiring meningkatnya kasus virus corona (Covid-19), Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) batal mengadakan pembelajaran tatap muka di 10 daerah.
Daerah tersebut adalah Manado, Tomohon, Bitung, Kepulauan Sangihe, Minahasa Tenggara, Minahasa, Bolaang Mongondow Timur, Kotamobagu, Minahasa Utara, dan Minahasa Selatan.
Hal tersebut dimuat dalam Surat Edaran Gubernur Nomor 440/21.4150/Sekr-Dinkes.
Terkait hal ini, Kepala Sekolah SMA N 8 Manado, Mediatrix Ngantung mengaku kecewa.
Pasalnya, SMA N 8 Manado sudah merancang skema sekolah tatap muka terbatas sejak jauh-jauh hari.
"Kami juga sudah membeli peralatan pendukung penerapan protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan, masker, hand sanitizer, penyekat, meja, dan lain-lain," ungkap Mediatrix, Selasa (6/7/2021).

Meski begitu, ia mengaku harus tetap mematuhi aturan yang ada.
"Kami tidak ingin menjadikan SMA N 8 Manado ini sebagai kluster penularan Covid-19, jadi tidak masalah juga kalau terpaksa batal karena kami tetap mengadakan sekolah jarak jauh," tambah Mediatrix.
Siswa-siswa SMA N 8 Manado sendiri sudah mendengar kabar ini dan mengeluarkan berbagai macam respon.
"Ada yang dari siswa dan orangtua responnya positif, karena mereka masih takut berkegiatan di luar rumah. Tapi tidak sedikit juga yang merasa kecewa karena sudah rindu sekolah tatap muka," terang Mediatrix.
Agar pandemi Covid-19 segera berakhir, Mediatrix mengimbau para siswa dan orangtuanya mematuhi protokol kesehatan.
"Semoga pandemi Covid-19 bisa segera berakhir dan kita bisa menjalankan sekolah tatap muka seperti biasa," tutup Mediatrix.(*)
Tentang Manado
Kota Manado adalah Ibukota Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia, dan merupakan kota terbesar kedua di Pulau Sulawesi
Kota Manado berbatasan dengan Kabupaten Minahasa dan Minahasa Utara.