Breaking News:

Kasus Narkoba

Batal Vonis Mati, Hukuman 2 WNA Bawa Sabu 821 Kg Diringankan, GANI: Kami Menyesalkan Keputusan Itu

Sebelumnya diketahui dua warga negara asing tertangkap karena membawa sabu ratusan kilogram.

Editor: Glendi Manengal
Fauzi Noviandi/Tribun Jabar
Ilustrasi 

"Kami menyesalkan keputusan tersebut dan kami berharap putusan tersebut bisa direvisi karena ancaman hukuman dengan barang bukti narkoba begitu besar, selayaknya pengedar atau bandar narkoba yang sudah tertangkap tersebut harus dihukum mati," tegas Djoddy kepada wartawan, Rabu (30/6/2021).

Menurutnya putusan PT Banten sudah mencederai harapan masyarakat dan usaha pemberantasan narkoba di tanah air.

Mengingat narkoba adalah musuh bersama yang dapat merusak masa depan para generasi muda Indonesia.

"Harusnya dengan jumlah barang bukti tersebut bisa divonis hukuman mati oleh pengadilan.

Kami menyesalkan vonis yang tidak sesuai dengan harapan masyarakat.

Ini mencederai hati nurani kami sebagai pegiat anti narkoba.

Keputusan itu selayaknya harus direvisi," jelasnya.

Senada dengan DPP GANI, Ketua DPW Sahabat Polisi DKI Jaya Fauzi Mahendra menilai putusan majelis hakim PT Banten membuat upaya pengungkapan yang dilakukan jajaran kepolisian jadi sia - sia.

Sebab bukannya divonis berat, para terdakwa malah diberi keringanan.

"Polisi sudah luar biasa susah payah bekerja akan tetapi ujungnya di pengadilan, tidak dihukum mati, keringanan malah," terang Fauzi.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved