Breaking News:

Kasus Narkoba

Batal Vonis Mati, Hukuman 2 WNA Bawa Sabu 821 Kg Diringankan, GANI: Kami Menyesalkan Keputusan Itu

Sebelumnya diketahui dua warga negara asing tertangkap karena membawa sabu ratusan kilogram.

Editor: Glendi Manengal
Fauzi Noviandi/Tribun Jabar
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID -  Sebelumnya diketahui dua warga negara asing tertangkap karena membawa sabu ratusan kilogram.

Kedua WNA tersebut pun sebelumnya divonis hukum mati.

Namun kini hukuman tersebut batal dan menjadi vonis 20 tahun penjara.

Baca juga: KRONOLOGI Kecelakaan Maut Tadi Pagi yang Tewaskan 4 Orang, Mobil Hilang Kendali Usai Hindari Anjing

Baca juga: BERITA FOTO: Tanaman Mint yang Dijual di Pasar Bersehati Manado

Baca juga: Deddy Corbuzier Minta Maaf, Konten Orang Gila Bebas COVID Kena Somasi: Hati-hati Berkomedi

Foto : Ilustrasi Narkoba. (KOMPAS.COM/HANDOUT)

Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) jatuh tanggal 26 Juni kemarin, namun peradilan di Indonesia justru membuat banyak pihak bertanya - tanya soal keseriusan pemberantasan narkoba.

Diketahui Pengadilan Tinggi (PT) Banten menganulir hukuman mati menjadi 20 tahun penjara terhadap bandar dan kurir narkoba, Bashir Ahmed bin Muhammad Umear asal Pakistan dan Adel bin Saeed Yaslam Awadh asal Yaman.

Padahal sebelumnya pengadilan negeri telah menjatuhkan vonis mati kepada dua WNA itu atas kepemilikan sabu seberat 821 kilogram yang dikirim dari Iran melalui perairan Tanjung Lesung wilayah Banten Selatan.

Ketua Umum DPP Generasi Anti Narkoba Indonesia (GANI) Djoddy Prasetio Widyawan menyesalkan putusan PT Banten tersebut.

Pasalnya narkoba dengan jumlah yang begitu besar itu dinilai sangat pantas dijatuhi hukuman mati.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved