Sabtu, 9 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ekspor

Sulut Ekspor Perdana Tanaman Hias Alokasia ke Jerman, Nilai Ekonominya Rp 1,6 Miliar

Sulut kembali mengekspor Alokasia,  salah satu jenis tanaman hias yang berbunga rhizomatous dan berdaun lebar dari keluarga Araceae

Tayang:
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: David_Kusuma
Karantina Pertanian Manado
Setelah ke delapan negara, komoditas tanaman hias Alokasia dari Sulut berhasil diekspor ke Jerman.  

Manado, TRIBUNMANADO.CO.IDSulut kembali mengekspor Alokasia,  salah satu jenis tanaman hias yang berbunga rhizomatous dan berdaun lebar dari keluarga Araceae.

Untuk pertama kalinya Sulut berhasil melakukan ekspor tanaman hias tersebut ke Jerman sebanyak 100 batang.

“Sebelumnya sudah di ekspor ke 8 negara lain, nah sekarang nambah satu,” kata Kepala Karantina Pertanian Manado,  Donni Muksydayan Saragih melalui keterangan tertulisnya di Manado, Kamis (24/06/2021).

Menurutnya, yang terpenting dari ekspor tanaman hias adalah tetap menjaga plasma nutfah kekayaan hayati Indonesia dan juga tanaman dalam keadaan sehat, memenuhi persyaratan sanitari dan fitosanitari negara tujuan.

Baca juga: Bupati Depri Pontoh Tekankan Pentingnya Program Kependudukan dan Keluarga Berencana di Bolmut

Meski pengirimannya belum banyak, ekspor perdana tersebut menjadi jalan untuk ekspor selanjutnya.

“Yang terpenting selain kuantitas atau jumlah adalah kualitas, apa yang kita kirim harus terjamin kesehatannya tidak ada hama penyakitnya, sehingga kontinuitas atau keberlanjutan pengiriman bisa dijaga, itu yang penting,” tutur Donni.

Jerman menjadi negara ke sembilan tujuan ekspor Alocasia, setelah sebelumnya tanaman hias ini sudah diekspor ke Singapura, Amerika Serikat, Thailand, Malaysia, Hong Kong, Guam, Korea Selatan dan Rusia.

Dari data nasional IQFAST Badan Karantina Pertanian, pada tahun 2020, ekspor alokasi mencapai 16,9 ribu batang dengan perkiraan nilai ekonomi sebesar Rp 1,6 miliar.

Setelah ke delapan negara, komoditas tanaman hias Alokasia dari Sulut berhasil diekspor ke Jerman. 
 
Setelah ke delapan negara, komoditas tanaman hias Alokasia dari Sulut berhasil diekspor ke Jerman.    (Karantina Pertanian Manado)

Selain dari wilayah Jawa, ekspor Alokasia juga berasal dari Wilayah Kepulauan Riau, Entikong dan Denpasar.

“Karantina Pertanian Manado melakukan pendampingan bersama instansi terkait, terutama pemenuhan persyaratan kesehatan negara tujuan ekspor. Ini sesuai dengan program Gratieks yang dicanangkan oleh Mentan Syahrul Yasin Limpo,” ungkap Donni.

Sementara itu, Bambang, Kepala Badan Karantina Pertanian di Jakarta memberi apresiasi terhadap upaya tersebut dan juga mendorong agar upaya pendampingan dilakukan oleh semua instansi terkait.

Termasuk memberikan informasi peta komoditas pertanian ekspor baik pada calon eksportir maupun pelaku ekspor yang sudah ada agar bisa menjadi referensi bagi pengembangan dan peningkatan ekspor tiga kali lipat (Gratieks).

Baca juga: Seorang Perawat Dianiaya, Terekam CCTV Korban Dipukuli Pelaku yang Diduga Keluarga dari Pasien Covid

Baca juga: 213 Karyawan dan Pekerja PT PP Proyek Bendungan Lolak Terima Vaksin Covid-19 Tahap Dua

YOUTUBE TRIBUN MANADO:

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved